Beritaindonesia.co - Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan tidak mau ikut
campur dalam polemik peran Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam pencalonannya di
Pilgub DKI. Peran Wapres JK terungkap setelah Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan
secara blak-blakan menceritakan intervensi JK di detik-detik akhir Gerindra dan
PKS mengusung Anies. Sedangkan Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon membantah soal
intervensi JK.
Anies memilih tak banyak bicara soal intervensi JK dalam
pencalonannya. Dia menyarankan wartawan untuk menanyakan langsung pada Zulkifli
dan Fadli Zon. "Tanyakan kepada mereka saja," ujarnya di Kawasan
Pondok Bambu, Jakarta Timur, Sabtu (6/5).
Anies mengaku tidak ikut dalam pembahasan pencalonannya.
Sehingga dia tidak tahu prosesnya hingga terpilih menjadi calon gubernur yang
diusung Gerindra dan PKS. "Saya di luar proses. Saya enggak ada dalam
ruangan itu, saya enggak tahu," ucapnya.
Anies konsisten tak mau buka suara soal intervensi JK. Saat
pertama kali kabar ini dihembuskan Zulkifli, Anies menolak banyak komentar.
Demikian juga Sandiaga Uno yang memilih diam.
"Enggak tahu, saya enggak terlibat," kata Anies di
Jakarta Convention Center (JCC), Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Selatan,
Rabu (2/5).
Anies mengaku tidak terlibat dalam proses pencalonannya
hingga diusung Partai Gerindra dan PKS. Padahal sebelumnya, nama Anies tidak
muncul dalam radar kedua partai tersebut sebagai Calon Gubernur DKI Jakarta.
Begitu keluar, nama Anies langsung menyodok nama-nama lain yang sebelumnya
digadang termasuk Sandiaga yang lebih dulu terjun sosialisasi ke warga.
Sandiaga harus rela menjadi Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta.
"Menurut saya teman-teman cek aja kepada para pelaku
karena kalau saya enggak terlibat di situ. Saya taunya dengan Bang Sandi dan
Gerindra," ucapnya singkat.
Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno enggan
berkomentar banyak terkait terungkapnya intervensi Wakil Presiden Jusuf Kalla
dalam pencalonan Anies Baswedan di Pilgub DKI Jakarta. Sandiaga hanya
menjelaskan, antara tanggal 21-23 September merupakan masa-masa krusial.
"Saya lebih baik enggak usah komentar deh, karena itu
politik tingkat tinggi ya. Saya fokus di Jakarta saja," kata Sandiaga di
Posko Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (3/5).
Sebelumnya, Ketum PAN Zulkifli Hasan mengungkap ada peran
penting Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) dalam pencalonan Anies Baswedan di
Pilgub DKI Jakarta 2017. Peran JK ini bermula saat sejumlah partai politik
mencari sosok yang tepat untuk dicalonkan menjadi Gubernur DKI.
"Jam 12 malam sampai jam 1 pagi itu ada intervensinya
Pak JK. Saya kan suka terus terang. Pak JK boleh enggak ngaku saya dengar kok
teleponnya. Pak JK lah yang meyakinkan sehingga berubahlah. Tapi di sini (di
Cikeas) sudah kadung mau mengumumkan Agus-Sylvi, jam 2 pagi di sana baru putus
akhirnya Anies diambil, Sandi jadi wakil," ujar Zulkifli, beberapa waktu
lalu.
Sementara itu JK mengakui berbicara dengan Prabowo saat
kunjungan kerja di luar negeri. Sebagai Wakil Presiden, JK merasa tak ada yang
salah dalam pembicaraan tersebut.
"Saya kan ke luar negeri waktu itu. Tentu berbicaralah
apa salahnya, kita bicara dengan pimpinan partai agar semuanya hasilnya baik,
negara aman, maju, dan damai. Coba sekarang? Damai kan?" ucap JK.
Bukan tanpa sebab JK melobi ketua umum parpol dan mendorong
pencalonan Anies. Menurut JK, Indonesia harus berjalan baik, aman dan moderat.
Anies merupakan orang moderat, berpengalaman dan juga dekat dengan Presiden
Joko Widodo, sehingga tepat untuk diusulkan.
"Anies, orang yang sangat moderat didampingi pengusaha,
orang punya pengalaman, orang dekat Jokowi sebelumnya karena dia jubirnya
selama enam bulan mendampingi tidak ada orang paling dekat dengan Pak Jokowi,
selain Anies selama kampanye, tidak ada orang lain, karena itu orang paling
tepat waktu itu agar negeri ini aman, maju, serta tidak ada fitnah, hanya
itu," kata JK.
Namun, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon membantah
JK sebagai pihak yang berperan besar dalam pencalonan Anies Baswedan di Pilgub
DKI Jakarta. Meski JK turut andil mengusulkan Anies, kata Fadli, keputusan soal
dicalonkannya Anies dan Sandiaga Uno tetap ada di tangan Ketum Partai Gerindra
Prabowo Subianto dan Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al Jufri serta
Presiden PKS Sohibul Iman.
"Saya ini saksi hidup. Bahwa peran Pak Prabowo yang
paling menentukan. Bersama dengan pimpinan PKS. Karena tidak mungkin diusung
tanpa Gerindra dan PKS," kata Fadli di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta,
Jumat (5/5).
Fadli mengklaim dirinya juga salah satu pihak yang mendorong
Anies ke Gerindra dan PKS selain JK. Diskusi untuk mencari sosok Gubernur DKI
Jakarta pendamping Sandiaga pun berjalan alot dan panjang.
"Orang yang termasuk ikut mendorong pak Anies, hari
Rabu malam saya yang telepon. Kamis pagi ketemu dan Jumat sudah diumumkan. Jadi
kita maraton berdiskusi," klaim Fadli.
Kendati demikian, Fadli tidak membantah dukungan dari JK
terhadap Anies cukup berarti bagi partai pengusung. "Tapi bahwasanya Pak
JK mendukung, ya kita waktu itu mengharapkan dukungan dari mana-mana,"
ucapnya.
Loading...

