Senin, 10 April 2017

Gereja di Bom, Mesir Lakukan Ini...

Beritaindonesia.co - Presiden Mesir Abdel Fatah al-Sisi menetapkan status tiga bulan darurat teror untuk negaranya. Status ini dibuat usai Negeri Piramida dihantam dua serangan bom di Gereja Koptik.

"Serangkaian langkah akan diambil, termasuk status darurat negara selama tiga bulan, usai langkah legal dan konstitusi diambil," ujar Sisi, dilansir dari Reuters, Senin (10/4).

Untuk menetapkan status darurat negara, harus terlebih dulu melalui persetujuan Dewan Perwakilan dan dilakukan dalam waktu tujuh hari ke depan. Penetapan status dilakukan Sisi usai kelompok teror Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) mengklaim bertanggung jawab atas serangan bom di gereja Koptik tersebut.

Jika sudah ditetapkan, nantinya polisi berhak melakukan penangkapan, pengawasan, penggerebekan dan pemantauan ruang gerak apabila ada yang mencurigakan.

ISIS mengklaim serangan bom yang dilakukan di kota-kota besar Mesir, antara lain Tanta dan Alexandria pada Minggu Palem jelang Hari Raya Paskah.

Bom pertama meledak di Gereja St George, Tanta. Akibat ledakan itu, 24 orang dilaporkan tewas. Sementara itu, ledakan kedua dilakukan di Katedral St Mark, Alexandria, di mana 11 orang dikabarkan tewas.


Salah satu korban tewas di gereja Alexandria merupakan perwira polisi yang mencoba mengadang pelaku bom bunuh diri masuk ke dalam gereja. Tanpa tindakan responsif dari polisi tersebut, jumlah korban tewas bisa lebih besar dari itu.
Loading...
Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement

 
('
loading...