
Beritaindonesia.co - Ardian Syaf dikenal sebagai komikus handal, namanya sudah diakui
industri komik internasional. Hampir 10 tahun lamanya, dia berkecimpung di dua
penerbitan komik dunia, Marvel dan DC Comics. Namanya pula masuk dalam jajaran
komikus andalan penerbit asal Amerika Serikat itu.
Pria yang akrab disapa Aan itu kini hangat diperbincangkan
gara-garanya komik terbitan Marvel 'X-Men Gold #1'. Dia menyisipkan beberapa
'pesan' terkait Aksi Damai 212 dan kisruh Surat Al Maidah 51 dengan angka 'QS
5:51' di beberapa halaman komik yang dirilis 5 April 2017 itu.
Pria kelahiran Desa Tenggur, Kabupaten Tulungagung, Jawa
Timur memulai kariernya di industri komik pada 2007 silam. Dikutip dari situs
resminya, Minggu (9/4/2017), proyek pertamanya bersama Penerbit Dabel Brothers
(Amerika) untuk komik Dresden Files. Usai perjumpaannya dengan penulis naskah
asal Irlandia Catie dari Dabel Brothers, dia mulai menandatangani beberapa
kontrak dengan Marvel untuk komik 'Nightcrawler', 'Captain Britain' dan
'MI-13'.
Di tahun 2009, dia menjadi komikus yang dikontrak secara
eksklusif oleh DC Comics. Serta mulai menggarap beberapa proyek. Aan pun
bekerja sebagai penciler (istilah untuk menyebut komikus yang menterjemahkan
naskah ke dalam bahasa gambar).
Sebagai seorang penciler, Aan mengerjakan komik-komik
superhero lain seperti 'Batman', 'Blackest Night', 'Superman', 'Green Lantern',
'Batgirl' dan lain-lain.
Lantaran bekerja di bawah dua nama besar penerbitan komik
dunia, jasa gambarnya pun tak diragukan lagi. Aan dihargai hingga US$ 300 per
lembar. Sederet komik superhero yang pernah digarapnya adalah 'Superman/Batman
nomor 68-71, Green Lantern Corps nomor 49-52, Brightest Day nomor 0-25, dan
Batgirl nomor 1'.
Mei 2012 lalu, Aan juga pernah menghebohkan pembaca komik
Indonesia karena menyisipkan gambar Presiden Jokowi di komik Batgirl #1. Dia
menampilkan baliho kampanye Jokowi-Ahok saat Pilkada DKI lalu, serta latar
belakang kota Jakarta.
Loading...
