Beritaindonesia.co - Rapat Terbatas perihal Proyek Strategis Nasional Jawa Barat
dimanfaatkan Presiden Joko Widodo untuk menegur Gubernur Ahamad Heryawan alias
Aher perihal angka pengangguran yang tinggi di Jawa Barat.
"Data yang saya peroleh menunjukkan peningkatan jumlah
pengangguran terbuka pada tahun 2016," ujar Jokowi saat pembukaan Ratas di
Istana Kepresidenan hari ini, Selasa, 2 Mei 2017.
Presiden Jokowi memaparkan, angka pengangguran terbuka Jawa
Barat pada tahun 2016 adalah 8,89 persen. Angka itu meningkat 0,17 persen dari
angka tahun 2015 yaitu 8,72 persen.
Sebagai catatan, angka tersebut tidak mengikutkan
pengangguran tertutup atau mereka yang menganggur karena alasan jelas seperti
bersekolah atau menjadi ibu rumah tangga. Adapun pengangguran terbuka adalah
mereka yang menganggur karena benar-benar tidak mendapatkan pekerjaan.
"Dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,67 persen di
tahun 2016, Jawa Barat seharusnya mampu tumbuh lebih tinggi lagi sehingga mampu
membuka lebih banyak lapangan kerja," ujar Presiden Jokowi.
Jokowi juga mengingatkan pada Aher bahwa Jawa Barat adalah provinsi penyangga Ibu
Kota Indonesia, Jakarta. Keterkaitan ekonomi Jawa Barat dengan Jakarta dekat
karena merupakan salah satu sumber penyedia bahan baku dan tenaga kerja
terdekat. Selain itu, penerima investasi terdekat apabila Jakarta tak sanggup.
Jadi, jangan sampai tak tumbuh.
Loading...

