
Beritaindonesia.co - Penyidik Subdit Kamneg Direskrimum Polda Metro Jaya hingga
kini masih menelusuri pihak terlibat dalam pertemuan dugaan aksi makar.
Pertemuan digelar di dua lokasi yakni kawasan Menteng, Jakarta Pusat dan
Kalibata, Jakarta Selatan.
"Penyidik sedang mengintenverisasi siapa siapa saja
saksi yang bakal dipanggil. Tentunya nanti berkaitan dengan pertemuan-pertemuan
itu. (Saksi yang diperiksa) itu yang membuat minum, parkir dan segala
macam," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo
Yuwono, di Polda Metro Jaya, Kamis (6/4).
Mantan Kabid Humas Jawa Timur ini mengatakan keterangan dari
para saksi tersebut diperlukan untuk menelusuri apakah ada calon tersangka lain
atau tidak dalam pertemuan yang diyakini membahas kegiatan makar.
"Nanti ditunggu saja, apakah ada tersangka baru atau
tidak," kata Argo.
Meski demikian, lanjut Argo, penyidik belum dapat
menyimpulkan dugaan campur tangan elit politik dalamkasus tersebut.
"Ya nanti akan saya chek kembali ke penyidik. Jadi kami
belum dapat informasi orang besar itu (elit politik dan petinggi ormas) seperti
apa," pungkasnya.
Sebelumnya, Polda Metro telah menangkap lima tersangka yang
diduga pemufakatan makar. Lima orang tersebut diamankan menjelang aksi di depan
Istana Negara, Jakarta Pusat, Jumat (31/3) pekan lalu. Mereka adalah Sekretaris
Jenderal Forum Umat Islam (FUI) Gatot Saptono alias Muhammad Al Khaththath,
Zainudin Arsyad, Irwansyah, Veddrik Nugraha alias Dikho, dan Marad Fachri Said
alias Andre. Kelimanya disangkakan Pasal 107 KUHP juncto Pasal 110 KUHP tentang
Pemufakatan Makar.
Loading...
