Beritaindonesia.co - Tiga dari tujuh fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat tetap
ingin ada ambang batas pengajuan calon presiden (presidential threshold)
sebesar 20 sampai 25 persen. Ketiga fraksi tersebut adalah PDIP, Golkar dan
NasDem.
Sementara ada tujuh fraksi yang menghendaki presidential
threshold dihapus alias nol persen yakni: Gerindra, PPP, PAN, PKB, Demokrat,
PKS dan Hanura. Melihat peta tersebut, Golkar sebagai pengusung PT 20 persen
akan melobi fraksi pendukung PT nol persen.
Lobi khususnya akan dilakukan terhadap partai-partai yang
saat ini mendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi). Seperti diketahui masih ada
Hanura, PPP, PAN dan PKB partai pendukung Jokowi yang mendukung PT nol persen.
"Bahwa ini konfigurasi partai-partai pendukung
pemerintah. Kami berharap partai-partai pendukung pemerintah memiliki persepsi
yang sama. Supaya Pak Jokowi yang memang sejak awal didukung Golkar, ini
betul-betul didukung oleh partai yang kuat," kata Wakil Sekretaris
Jenderal DPP Partai Golongan Karya TB Ace Hasan Syadzily kepada wartawan di
Jakarta, Rabu (3/5/2017).
Selain ke partai pendukung Jokowi, Golkar juga akan melobi
fraksi lain seperti Gerindra, PKS dan Demokrat. "Tentu kami akan melakukan
pendekatan kepada partai-partai lain agar kita bicara soal kepentingan bangsa
dan negara yang lebih besar," tambah Ace.
Menurut dia, presidential threshold 20 persen salah satu
tujuannya adalah memperkuat sistem presidensial. "Karena dengan 20 persen
kita berfikir penguatan sistem presidential threshold di mana presiden ke depan
butuh dukungan politik di parlemen yang kuat," kata Ace.
"Jadi kita berharap partai-partai lain yang mendukung
pemerintah memiliki persepsi yang sama terkait dengan PT 20 persen ini. Kecuali
partai-partai lain tersebut memiliki tujuan khusus di 2019," tegas Ace.
Loading...

