Beritaindonesia.co - Tim pemenangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno mengungkap
nama anggota dewan rumah dinasnya digunakan sebagai gudang sembako. Menurut
mereka, salah satunya adalah Utut Adianto yang merupakan ketua Fraksi PDIP di
DPR.
"Namanya Utut Adianto ketua fraksi PDIP," kata
Wakil Ketua tim Advokasi hukum tim pemenangan Anies Sandi, Yupen Hadi di Posko
pemenangan Anies Sandi Jalan Cicurug No 6, Menteng, Jakarta Pusat, Senin
(17/4).
Lebih lanjut Yupen mengatakan pihaknya tak akan tinggal diam
dan akan segera menyelidiki keterlibatan Utut dalam dugaan aksi bagi-bagi
sembako. Tak hanya itu, besok (18/4) pihaknya akan melaporkan Utut ke Bawaslu
DKI Jakarta atas tindakan pidana pemilu.
"Kami akan pertegas keterlibatan dia ke Bawaslu DKI.
Ini jadi informasi tambahan yang nyata dan benar sebelah sana secara kasat mata
dan tenang benderang melakukan money politic," terang Yupen.
Tak berhenti di situ, Yupen juga mengungkapkan adanya aksi
serangan balik dari kubu Ahok- Djarot yang kembali memfitnah Anies-Sandi.
Fitnah tersebut adalah diedarkannya kembali video saat Anies-Sandi menggelar
pasar murah di kawasan Menteng pada putaran pertama.
Video tersebut pun dituding kubu Ahok-Djarot sebagai bukti
bahwa Anies Sandi juga kelakuan aksi bagi-bagi sembako sama dengan pihaknya.
"Masih ada juga fitnah dari sebelah (kubu Ahok-Djarot) yang mengatakan
Anies Sandi juga bagi-bagi sembako," ujarnya.
Dia mengklaim peristiwa itu merupakan contoh pasar murah
yang nanti akan dilakukan. Anies Sandi bila memenangkan Pilkada. Pihak KPU DKI
Jakarta pun diberitahu lantaran masuk ke dalam agenda kampanye paslon dan
disaksikan awak media yang meliput.
Untuk itu, Yupen meminta tim Ahok-Djarot untuk menghentikan
dugaan praktik politik uang dan serangan berupa fitnah. Apapun untuk sembako
yang ada sebaiknya dibagikan ke fakir miskin nanti usai hari pencoblosan.
"Kembali ini kami ingatkan bertobatlah demi Pilkada
terhormat dan sembako yang ada dibagikan saja ke fakir miskin nanti setelah
pencoblosan," tutup Yupen.
Loading...

