Beritaindonesia.co - Ketua
Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar mengatakan secara pribadi
menolak usulan nol persen batas Presidential Threshold atau ambang batas
presiden dalam revisi Undang-Undang Pemilu yang masih alot di perdebatan di
DPR.
"Saya
kira nol persen itu belum putus. Saya pribadi belum tentu setuju nol persen.
Karena terlalu rame," kata Muhaimin di DPP PKB, Jakarta, Selasa 2 Mei
2017.
Pria
yang akrab disapa Cak Imin ini menjelaskan dengan tidak adanya batas ambang
presiden semua partai baik yang baru maupun yang lama bisa mencalonkan nama
calon presiden sendiri. Hal tersebut dianggap tidak adil.
"Jadinya
partai baru lahir kayak PSI langsung bisa mencalonkan. Oh lelucon. Ini negara
bukan lelucon," ucapnya.
Selain
itu, mantan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi ini menjelaskan tanpa adanya
ambang presiden akan berdampak pada proses politik itu sendiri.
"Karena
terlalu rame. Kristalisasinya terlalu panjang. Nah, kalau ada pembatasan
kristalisasi lebih dini," tegasnya.
Apakah
sikap pribadinya yang menolak ambang batas presiden akan menjadi sikap fraksi
PKB dalam revisi undang undang, Cak Imin belum bisa memastikan.
"Belum,
belum ada dukungan. Pokoknya prinsipnya saya belum panggil pansus, belum
panggil Lukman Edy (Ketua Pansus RUU Pemilu). Tapi saya pribadi bersikap jangan
nol persen. Perlu ada pembatasan," katanya.
Loading...
