Beritaindonesia.co - Pemilihan presiden dan wakil presiden masih akan berlangsung
pada 2019. Namun nuansa pertarungan sudah terasa sejak saat ini. Hal itu
dikemukakan oleh Ketua Dewan Pimpinan Nasional Partai Keadilan dan Persatuan
Indonesia Teddy Gusnaidi.
Teddy mengaku banyak menerima pesan berantai yang bernuansa
menjegal Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon presiden 2019. Dalam pesan berantai
tersebut, kata dia, Jokowi diisukan memiliki hubungan dengan Partai Komunis
Indonesia (PKI). Bersama Jokowi, disebut juga nama Hendropriyono, yang kini
Ketua Umum PKPI, dan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri.
"Seratus persen bahwa ini pola ini (isu komunis) yang
mereka anggap masih laku di masyarakat kita. Dan itu memang salah satu cara
untuk menjegal Pak Jokowi dengan cara membawa isu komunis," kata Teddy
dalam siaran pers, Selasa (2/5/2017).
Isu komunis yang dituduhkan kepada Jokowi, kata Teddy,
muncul sejak 2012 saat Pilgub DKI. Tuduhan itu kembali diembuskan pada 2014
saat Jokowi maju sebagai capres. "Saat (Jokowi) menang seperti agak
meredam sedikit, meski isu PKI masih jalan. Tapi menjelang 2019 itu yang
menjual PKI muncul lebih liar," kata dia.
Menurut Teddy, jika tak diluruskan, isu ini akan menjadi
bertambah liar. Dia pun berusaha meluruskan melalui percakapan grup WhatsApp
yang dia ikuti ataupun beberapa kelompok diskusi.
Kepada mereka, Teddy berusaha meluruskan soal isu PKI yang
dituduhkan kepada Jokowi dan Hendropriyono. "Pertama, Hendro dikatakan
bagian dari PKI. Ini orang yang menuduh mungkin tak baca sejarah. Hendro adalah
orang yang terlibat dalam penumpasan PKI. Waktu itu Hendro hampir terbunuh. Tak
masuk akal menyebut Hendro bagian dari PKI," ucap Teddy.
Kedua, terkait dengan tuduhan bahwa Jokowi bagian dari PKI,
Teddy meminta masyarakat melihat faktanya yang terjadi sekarang. Setelah Jokowi
menang dan terpilih sebagai presiden, nyatanya tak ada satu pun kebijakan yang
mengarah ke adanya peluang untuk PKI bangkit lagi.
"Saya tanya, sebutkan satu saja kegiatan Pak Jokowi,
sikap Pak Hendro, yang ada dan berbau komunis. Ada tidak? tidak ada," ujar
Teddy.
PKPI, yang kini dipimpin AM Hendropriyono, saat ini memang
berkoalisi dengan partai pendukung Joko Widodo. Mantan Ketum PKPI Sutiyoso
sempat menjadi Kepala Badan Intelijen Negara (BIN). Sutiyoso kini menjabat
komisaris di salah satu BUMN.
Loading...

