Beritaindonesia.co - Penggalangan donasi dari masyarakat untuk kemanusiaan atau
crowdfunding memang sedang marak diperbincangkan para netizen.
Gara-garanya, salah satu channel crowfunding, yakni Cak
Budi, diduga menyelewengkan dana donasi yang telah dikumpulkannya dengan
membeli mobil Toyota Fortuner dan smartphone iPhone 7 untuk keperluan pribadi.
Kasus ini menimbulkan satu pertanyaan baru, yakni
bagaimanakah idealnya jika masyarakat ingin membuka penggalangan donasi? Apa
yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan?
Berikut wawancara Kompas.com dengan Vikra Ijas, Chief Marketing
Officer Kitabisa.com. Seperti diketahui, Kitabisa.com merupakan salah satu
perusahaan penggalangan dan penyaluran donasi secara online.
Berikan Informasi Aktual Terkait Crowdfunding
Vikra mengatakan, sebelum masyarakat membuka penggalangan
dana masyarakat harus memberikan informasi terkait maksud tujuan membuka
penggalangan dana. Tidak hanya maksud tujuan, indentitas diri dari penggalang
dana juga ditampilkan saat melakukan crowdfunding tersebut.
Setelah itu, masyarakat yang membuka crowfunding juga
memberikan informasi terkait ke mana saja penyalur dana dari penggalangan dana.
Hal ini dilakukan, agar masyarakat tidak salah pengertian mengenai crowdfunding
akan dilakukan. Sehingga, penggalangan dana yang dilakukan bisa
dipertanggungjawabkan.
"Kalau kita berniat baik kita akan terbuka semuanya,
jadi yang pertama sajikan informasi yang aktual, jujur, dan bisa
dipertanggungjawabkan," ujar Vikra saat dihubungi, Selasa (2/5/2017).
Satu Jalur Pengumpulan Donasi
Vikra menuturkan, penggalang dana crowdfunding harus
mengumpulkan donasi dari para donatur dengan satu jalur. Maksudnya, jika
penggalang dana telah melakukan crowdfunding dengan rekening pribadi, maka
seterusnya menggunakan rekening pribadi.
Jangan sampai penggalang dana kembali membuka crowdfunding
dengan platform yang berbeda dan rekening yang berbeda juga. Hal ini, dilakukan
agar tidak ada kesalahpahaman antara donatur dengan penggalang dana.
"Sebaiknya satu jalur, agar mencegah hal-halnya tidak
transparan," jelas dia.
Selalu Lapor Perkembangan Jumlah Donasi yang terkumpul
Setelah dana donasi terkumpul, terang Vikra, penggalang dana
harus melaporkan setiap hari jumlah dana donasi yang terkumpul. Selain itu,
penggalang dana juga harus melaporkan berapa dana yang disalurkan dan ke mana
saja donasi disalurkan.
"Jangan lupa mengabarkan perkembangan dana donasi dan
penyalurannya ke mana. Karena, itu perlu diketahui donatur," tutur dia.
Menurut Vikra, semua hal tersebut dilakukan agar terciptanya
transparsi dalam melakukan crowdfunding.
Namun, kata dia, masyarakat dan para donatur harus selalu
mengawasi kegiatan crowdfunding yang ada. Sehingga, jika ada yang penyelewengan
ada tindak tegas dari masyarakat dan para donatur.
"Yang pasti masyarakat harus mengontrol. Ini
(crowdfunding) kan diawali oleh niat baik, tetapi nggak bisa dipungkiribanyak
orang yang salah gunakan, makanya masyarakat dan para donatur harus
memantau," tandasnya.
Loading...
