Beritaindonesia.co - Ketua KPU DKI Jakarta Sumarno dikabarkan kembali bertemu
dengan Forum Umat Islam (FUI) pada Rabu (12/4/2017) siang, sebelum pelaksanaan
debat pada putaran kedua Pilkada DKI Jakarta.
Pada Senin (17/4/2017) sore, netizen bernama Mohamad Guntur
Romli melalui akun Twitter-nya, @GunRomli, menulis, "Wowow! Ketua KPU DKI
Sumarno brsama FUI & GMJ di siang hari sebelum debat final
12/04/2017."
Tulisan tersebut dilengkapi dengan foto Sumarno bersama FUI.
Selain Mohamad Guntur Romli, Ulin Yusron melalui akun @ulinyusron juga
menggunggah foto yang sama. "FUI GMJ di KPU DKI siang hari sebelum debat
final 12/04/2017. Lagi-lagi Sumarno sendirian. Audit Sumarno," demikian
tulisan yang melengkapi unggahan foto Ulin Yusron tersebut.
Saat Kompas.com mengecek kedua foto yang diunggah tersebut,
tidak hanya Sumarno yang ada di dalam foto. Komisioner KPU DKI Jakarta Moch
Sidik juga turut berfoto. Dia tampak berdiri di belakang seorang pria yang
mengenakan baju berwarna biru dan peci putih.
Saat dikonfirmasi, Sidik membenarkan pertemuan tersebut
berlangsung pada Rabu siang sebelum debat. Dia juga mengaku mengikuti pertemuan
itu bersama Sumarno.
"Ada, ada (saya). Mungkin saya enggak dikenal. Pak
Ketua yang dikenal, he-he-he," ujar Sidik di Kantor KPU DKI, Jalan Salemba
Raya, Jakarta Pusat, Senin malam.
Sidik menjelaskan, saat itu Sumarno tengah menerima tamu.
FUI yang hadir kemudian bertemu Sidik. Dia mengaku mengetahui salah satu dari
mereka, yakni Egi Sudjana.
Setelah Sumarno selesai bertemu tamu sebelumnya, Sidik dan
Sumarno pun menemui mereka sekitar pukul 13.00 WIB.
"Akhirnya kami terima, semacam konsultasi, waktu itu
dia ingin jadi pemantau, bagaimana tata cara untuk jadi pemantau, dijelasin
sama Pak Ketua," kata Sidik.
Selain itu, Sidik menyebut mereka juga menanyakan soal
penggunaan Kartu Keluarga (KK) yang tidak lagi diwajibkan pada putaran kedua
ini untuk para pemilih tambahan (DPTb). Sidik menyebut tidak ada pembahasan
apapun selain dua hal itu. Mereka tidak membahas soal debat.
"Enggak sama sekali. Pokoknya kepentingan dia hanya
ingin wajib KK dan jadi pemantau, itu aspirasi mereka yang saya tangkap,"
ucapnya.
Setelah Sumarno dan Sidik menjelaskan pertanyaan-pertanyaan
mereka, Sidik menyebut FUI meminta foto bersama.
"Kalau mereka minta foto, siapa sih yang ditolak kalau
foto bareng-bareng. Siapa pun boleh bertamu ke KPU, kami terima. Enggak
pilih-pilih tamu-lah," kata Sidik.
Baca: Ketua KPU DKI Akui Bertemu Sekjen FUI, Ini
Penjelasannya
Sidik menyebut mereka tidak mempermasalahkan jika siapa pun
ingin berfoto bersama. Sidik mengatakan, semua komisioner KPU DKI Jakarta, termasuk
Sumarno, tidak memiliki kepentingan politis apa pun.
"Pak Marno kan berpikirnya lurus-lurus aja, kami enggak
ada semacam politik. Ketua kami kan orangnya lurus-lurus aja, jujur-jujur
aja-lah. Kami enggak bisa dibeli, enggak bisa diapa-apain, itu yang kami
buktikan," ujar dia.
Sementara itu, Sumarno juga membenarkan kedatangan Egi
Sudjana yang meminta izin untuk menjadi pemantau di TPS. Ia mengatakan,
pihaknya telah menjelaskan bahwa menjadi pemantau ada syaratnya, misalnya harus
independen.
"Saya bilang ada syarat-syarat untuk menjadi pemantau.
Jadi harus mengajukan permohonan menjadi pemantau, menyerahkan berkas-berkas,
kemudian organisasinya harus independen, macam-macamlah ya," ujar Sumarno
saat dihubungi Kompas.com, Senin.
Egi datang sebagai tim advokasi Tamasya Al Maidah. Setelah
KPU DKI Jakarta menjelaskan berbagai syarat tersebut, panitia Tamasya Al Maidah
belum juga menyerahkan berkas persyaratan untuk memenuhi kualifikasi. Sumarno
tidak mengatakan apakah panitia Tamasya Al Maidah memenuhi kualifikasi atau
tidak sebagai pemantau.
"Enggak bisa disebut enggak memenuhi kualifikasi atau
enggak, orang tidak mengajukan. Jadi tidak ada pengajuan resminya," ujar
Sumarno.
Loading...

