Beritaindonesia.co - Sambil menangis, Siti Haroh mendatangi Gubernur DKI Basuki
Tjahaja Purnama atau Ahok di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (18/7/2017).
Siti yang merupakan warga terdampak penggusuran di Bukit
Duri, Jakarta Selatan, itu memohon agar diberikan rusun sebagai tempat tinggal
oleh Ahok.
Kepada Ahok, Siti mengatakan bahwa hanya keluarganya dan
seorang temanya yang tidak mendapat rusun dengan alasan tidak memiliki lahan di
lokasi penggusuran tersebut.
"Saya mohon Pak, kata lurah karena saya enggak punya
lahan jadinya enggak bisa dapat rusun," ujar Siti.
Ahok lalu meminta Siti untuk menunjukkan KTP-nya. Ahok
mengatakan, meski tidak memiliki lahan, warga yang mengontrak di Bukit Duri
tetap berhak mendapatkan rusun.
"Kan kami sudah siapin rusun, kok enggak dapat? Kan
yang punya rumah belum tentu mau tinggal. Mana KTP ibu? Oh iya, benar (KTP DKI),"
ujar Ahok.
Menurut Siti, karena sulitnya mencari tempat tinggal,
anaknya yang berumur tujuh tahun tidak bisa bersekolah. Sebab, tempat tinggal
mereka berpindah-pindah.
"Saya mohon Pak, saya sakit-sakitan Pak. Anak saya
enggak sekolah karena enggak ada tempat tinggal. Tolong saya Pak," ujar
Siti.
Lalu, Ahok menuliskan sesuatu di atas surat aduan Siti. Ia
langsung meminta staf pribadinya, Nathanael, untuk memproses aduan tersebut.
Loading...

