
Beritaindonesia.co - Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI akan menggelar debat pilgub
putaran dua pada 12 April 2017. Cagub DKI nomor urut tiga, Anies Rasyid
Baswedan makin gencar mengkritisi petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok
yang sibuk bikin program baru jelang berakhirnya masa jabatan.
Terkesan telat, kata Anies.
Anies menyayangkan langkah Ahok yang baru menyadari bila
warga sangat membutuhkan rumah. Pemprov baru saja membuat pasukan merah untuk
merenovasi rumah warga Jakarta tidak layak huni.
"Cuma pertanyaannya kenapa setelah lima tahun baru
memikirkan perumahan rakyat? Cuma, butuh waktu lima tahun untuk sadar, bahwa
warga membutuhkan bantuan untuk perumahan," kata Anies di Kota Bambu,
Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (7/4).
"Menarik ya ketika sudah Pilkada, ini bedanya, kalau
petahana seharusnya konsentrasi menujukkan yang sudah dikerjakan," tambah
Anies.
Anies menyindir pasangan Ahok- Djarot yang tidak bisa
membedakan saat menjadi penantang dan petahana. "Kalau petahana menawarkan
ide saat kampanye, pertanyaannya lima tahunnya ke mana? Karena enggak bisa
dibedakan ini jadi penantang atau petahana," ucapnya.
Tak hanya pasukan merah, Anies mendapatkan data dari Lembaga
Bantuan Hukum (LBH) soal penggusuran 300 kampung di Jakarta yang dilakukan
Ahok. Akibatnya, Anies dilaporkan tim advokasi pasangan Ahok-Djarot ke Polda
Metro Jaya, Rabu (5/4).
"Ya banyak di berita online itu. Sumbernya banyak dari
berita online, bahkan ada di laporan LBH juga ada. Lihat saja di laporan
LBH," kata Anies.
Dia tampak santai dengan pelaporan itu. Menurut Anies,
pelaporan seperti itu adalah hal biasa dan menandakan timnya semakin kuat.
"Biasa, kalau makin kuat ya makin banyak yang begini-begini, enggak usah
cengenglah," tegasnya.
Loading...
