Beritaindonesia.co - Tim Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) hari ini kembali
mendatangi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta untuk melaporkan dugaan
kecurangan yang dilakukan oleh tim kampanye pasangan calon gubernur Basuki
Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat.
Kedatangan ACTA kali ini merupakan tindak lanjut dari
laporan barang bukti yang telah mereka bawa pada Jumat, 21 April lalu.
"Hari ini prosesnya mendengarkan keterangan pelapor dan
saksi. Kemarin (Jumat) kamu membawa bukti untuk melengkapi keterangan kami.
Salah satunya video ada rekaman pemberian sumbangan sembako," kata Wakil
Ketua ACTA, Nurhayati di Kantor Bawaslu DKI Jakarta, Sunter, Jakarta Pusat,
Senin, 24 April 2017.
Selain bukti rekaman video, beberapa bukti dugaan kecurangan
yang dilakukan tim sukses Ahok di hari tenang jelang pelaksanaan pilkada itu
sebelumnya telah dilaporkan oleh ACTA. "Di dalam (Bawaslu) , bukti-bukti
lain juga sudah dilaporkan. Ada sembako, foto-foto, buku, dan pamflet,"
ujar Nurhayati.
ACTA menganggap dugaan penyebaran sembako tersebut memenuhi
unsur terstruktur, sistematis dan masif, karena diduga melibatkan struktur
partai tertentu. "Ini dilakukan secara terencana yang diindikasikan dari
adanya pola yang sama dan terjadi di berbagai daerah dalam skala yang sangat
besar," ucap Nurhayati.
Sebelum pilkada berlangsung pada 19 April lalu, Juru Bicara
tim pemenangan Ahok-Djarot Raja Juli Antoni sempat membantah dugaan politik
uang berupa pembagian sembako murah oleh tim sukses mereka.
Juli menegaskan, sejak awal putaran pilkada DKI, pihaknya
tak pernah terlibat dari permainan kotor tersebut. “Nggak ada program sembako
dari timses Ahok-Djarot. Pak Ahok jelas menggariskan dia enggak mau bagi-bagi
sembako dan baksos. Ini prinsip yang sudah dia lakukan dari dulu sejak di
Belitung,” kata Raja Juli Antoni kepada Tempo, Senin, 17 April 2017.
Guna meminimalisir tudingan yang ditujukan kepada timnya,
Raja meminta partisipasi warga untuk melaporkan kepada Bawaslu atas dugaan
kecurangan tersebut. Karena selama ini ia banyak mendapatkan laporan relawan
yang melakukan kecurangan dengan menggunakan atribut kemeja kotak-kotak yang
selama ini diidentikkan dengan timnya.
Justru Raja mengklaim bahwa mengklaim pihaknya juga memiliki
beberapa bukti foto yang membuktikan dugaan kecurangan tim sukses pasangan
calon (paslon) nomor urut 3 Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.
“Kami juga banyak menemukan pembagian sembako dari paslon 3
(Anies-Sandi) di masyarakat. Sebagian sudah dilaporkan. Bukti sementara foto,”
tutur Raja Juli.
Loading...

