Beritaindonesia.co - Presiden Joko Widodo menyatakan akan me-reshuffle atau
merombak Kabinet Kerja bila ada menteri yang tidak bisa memenuhi target kerja.
Kementerian yang paling disorot Jokowi, yaitu Kementerian Agraria dan Tata
Ruang atau Badan Pertanahan Nasional, yang dijabat oleh Sofyan Djalil.
Menteri Sofyan mengakui target sertifikasi tanah yang
menjadi tanggung jawabnya tidak mudah dicapai. Karena itu, Sofyan akan bekerja
keras untuk bisa memenuhi target yang diminta Presiden Jokowi. “Itu target yang
sudah kami sepakati. Berat, tapi semua harus kerja keras,” kata Sofyan Djalil lewat pesan pendek, Minggu, 23
April 2017.
Saat ini, kata Sofyan, kementerian sedang mempercepat proses
pemetaan, pengukuran, dan pendaftaran tanah. Mantan Kepala Badan Perencanaan
dan Pembangunan Nasional itu menyatakan sertifikat yang sudah jadi pada tiga
bulan pada awal tahun ini mencapai ratusan ribu. “Sebagian sudah diserahkan.”
Kementerian Agraria ditargetkan bisa melakukan sertifikasi 5
juta bidang tanah pada tahun ini. Tahun depan jumlah itu bertambah menjadi 7
juta, lalu naik menjadi 9 juta pada 2019. "Kalau tidak selesai, ya pasti
urusannya akan lain. Bisa diganti, bisa digeser, bisa dicopot," kata
Jokowi saat membuka acara Forum Ekonomi Umat yang diselenggarakan Majelis Ulama
Indonesia, di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Sabtu, 22 April 2017.
Saat ini, kata Jokowi, baru ada 46 juta dari 126 juta bidang
tanah yang bersertifikat. "Kalau tidak diberi target yang konkret, ya
sampai berapa puluh tahun pensertifikatan ini akan selesai,” kata Jokowi.
Sertifikat tanah diharapkan bisa mengurangi ketimpangan ekonomi di masyarakat
di desa dan kota. Reshuffle kabinet jilid 3 ini juga sempat beredal awal
Januari lalu.
Loading...

