Beritaindonesia.co - Panitia Tamasya Al-Maidah menyebut hari ini sejumlah warga
melakukan pemantauan ke beberapa TPS meskipun ada anjuran dari kepolisian untuk
tidak melakukannya. Imam besar FPI Habib Rizieq Syihab menilai kegiatan tamasya
Al-Maidah ini untuk mengontrol supaya tidak ada kecurangan.
"Adalah hak setiap WNI untuk mengontrol, memonitor,
mengawasi jalannya Pilkada DKI agar berjalan tanpa kecurangan," kata
Rizieq, di TPS 17, Jl Petamburan IV, Jakarta Pusat, Rabu (19/4/2017).
Rizieq sendiri mengatakan saat melakukan pencoblosan, ia
sendiri sedang melakukan tamasya Al-Maidah.
"Ini sedang Tamasya Al-Maidah," imbuhnya.
Ia menyebut Tamasya Al-Maidah sudah dilaporkan ke Kapolri
bahwa kegiatan ini bukanlah bentuk teror atau pun intimidasi. Ia menegaskan
kegiatan ini untuk mengawal Pilkada supaya berjalan jujur dan adil.
"Saya sudah laporkan langsung ke Kapolri bahwa Tamasya
Al-Maidah ayat 51 itu bukan gerakan teror atau intimidasi, tapi penybaran
masyarakat dari berbagai daerah ini mau mengawal Pilkada yang jujur dan
adil," imbuhnya.
Ia mengatakan, apalagi sejumlah kader partai politik lainnya
juga mengundang dari pelbagai daerah. Menurutnya, kegiatan pengawalan ini
jangan sampai dibesar-besarkan.
"Lagi pula PDIP sendiri kan mengundaang orang dari
daerah. Bu Megawati kan ngundang orang dari daerah, no problem kan silahkan
mereka undang orang dari daerah untuk mengawal proses Pilkada yang jujur dan
adil, dan kami dari ulama mengundang umat islam dari daerah. No problem jangan
di besar-besarkan, itu hak demokrasi kita," imbuhnya.
Loading...

