Beritaindonesia.co - Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra Andre Rosiade
menyayangkan sikap Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan yang bertindak
seolah-olah sebagai pendukung dan atau tim penasehat hukum terdakwa penodaan
agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
Hal itu sejalan dengan permintaan Iriawan ke Pengadilan
Negeri (PN) Jakarta Utara agar menunda sidang lanjutan Ahok sampai Pilkada DKI
Jakarta 2017 putaran kedua. Surat itu beredar dikalangan wartawan dan
dipertegas Kabid Humas Polda Metro Kombes Argo Yuwono Kamis (6/4).
"Ini kok Kapolda berlagak seperti pengacaranya Ahok,
pendukungnya Ahok. Surat permintaan penundaan sidang ini menimbulkan banyak
spekulasi dan pertanyaan besar," tegas Andre kepada wartawan, Jumat (7/4/2017).
Disampaikan, jika ada permintaan penundaan sidang semestinya
datang dari jaksa penuntut umum atau tim pengacara Ahok dan bukan dari Polda
Metro Jaya.
Mengenai alasan keamanan di Jakarta, hal itu menurut Andre
tidak beralasan. Ia menyinggung aksi demi aksi umat Islam menuntut
ditegakkannya keadilan dalam kasus Ahok di Jakarta sama sekali tidak mengganggu
ketertiban masyarakat.
"Jangan-jangan Kapolda takut elektabilitas Ahok terus
turun lalu menggunakan alasan ketertiban umum. Itu kan alasan yang tidak masuk
akal, nyatanya Jakarta aman kok," ucap Andre.
"Tidak salah dong kami mempunyai persepsi demikian,
Kapolda minta sidang ditunda karena khawatir elektabilitas Ahok melorot dan
kalah dengan Anies-Sandi. Polda Metro harusnya netral dan independen,"
sambungnya.
Ditambahkan, sikap Kapolda Metro Irjen Iriawan merupakan
contoh yang tidak baik bagi profesionalisme dan independensi kepolisian.
Semestinya aparat kepolisian menempatkan diri dengan bertindak netral dalam
Pilkada DKI.
Bukan sebaliknya, mendukung Ahok dan mengorbankan institusi
kepolisian demi seorang Ahok. Andre lantas menyinggung perlakuan Polda Metro
terhadap calon wakil gubernur Sandiaga Uno. Sandi pernah tidak menghadiri
pemeriksaan dan polisi menyatakan akan memanggil ulang dan memanggil paksa.
"Sikap ini berbeda dengan perlakuan ke Sandi. Di saat
Sandi tidak hadir, polisi menyatakan akan memanggil ulang dan memanggil paksa
kalau tidak datang. Publik bisa menilai sendiri sikap polisi terkait hal
ini," ucap Andre.
"Kami mengkritik ini semua karena kami sayang dengan
institusi Polri, kami tidak mau polisi citranya tercoreng. Ingat bahwa polisi
milik rakyat Indonesia, polisi seharusnya berdiri diatas semua
kepentingan," demikian mantan Presiden BEM Trisakti itu.
Loading...
