Jumat, 14 April 2017

Terungkap..! Mengapa FPI Ditolak di Semarang? Ternyata....


Beritaindonesia.co - Ingin memperluas pengaruhnya, Front Pembela Islam (FPI) berencana membentuk kepengurusan di Kota Semarang. Ibu Kota Jawa Tengah yang dikenal sebagai kota paling toleran dan menghormati keberagaman itu dipilih karena dinilai sudah terlambat memiliki kepengurusan sendiri.

Penegasan itu disampaikan Ketua Advokasi Hukum Front Pembela Islam Jawa Tengah, Zaenal Abidin Petir. Pembentukan itu merupakan keputusan FPI Pusat yang menilai organisasi itu harus ada di Semarang.

"Di Semarang, FPI akan menjadi ormas yang humanis, tidak anarkis dan taat dengan hukum. Kami akan bersinergi dengan masyarakat. Kami juga akan membantu masyarakat yang memang memerlukan bantuan baik hukum atau lainnya," kata Zainal Abidin Petir, Jumat (14/4/2017).

Rencana pendirian FPI di Semarang ternyata tak mudah. Puluhan organisasi massa yang ada di Semarang menentang kehadiran FPI.

Kumpulan ormas itu bahkan menggalang dukungan masyarakat yang menginginkan Semarang tetap adem dan menghormati toleransi dan keberagaman.

Puncak gerakan menolak FPI terjadi kemarin. Massa dari puluhan ormas mengepung rumah Zainal Abidin Petir di Jalan Pergiwati I No. 19, Kelurahan Bulu Lor, Kecamatan Semarang Utara.

Ratusan polisi yang dipimpin Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abiyoso Seno Aji berupaya mencegah terjadinya bentrokan.

Ferry Marhaen, dari Laskar Merah Putih menuturkan FPI harus ditolak hadir di Semarang karena berdasar rekam jejaknya, FPI dinilai selalu menebar kebencian dan sering bertindak intoleran. Padahal, sambung dia, Semarang bisa maju karena disangga beragam komponen suku, agama, etnis, maupun budaya.

"Kami minta acara ini dibubarkan. FPI kami tolak di Semarang. Saya minta kepada FPI jangan dibentuk di Semarang. Di daerah luar Semarang, keberadaan FPI selalu rusuh," kata Ferry.

Iwan Cahyono,dari Patriot Garda NKRI menyebut Semarang tidak membutuhkan FPI. Yang dibutuhkan adalah sosok kreatif yang bisa bersinergi dengan pemerintah dan masyarakat membangun kota Semarang.


"Di banyak tempat, FPI selalu merusak dan menggelar sweeping secara anarkis. Kami juga merasa kecolongan karena dalam jadwal pembentukan FPI disebutkan jam 20.00 WIB. Kita minta FPI dibubarkan, jangan ada di Kota Semarang," kata Iwan.
Loading...
Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement

 
('
loading...