Beritaindonesia.co - Ketua tim pemenangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno, Mardani
Ali Sera, mengatakan semua partai pengusung tidak memiliki rencana menerapkan
hukum Islam di Jakarta. Menurut dia, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai
Amanat Nasional adalah partai berbasis agama Islam yang moderat dan terbuka
kepada keberagaman.
Sedangkan Partai Gerakan Indonesia Raya merupakan partai
nasionalis yang menjunjung tinggi semboyan Bhinneka Tunggal Ika. “Tak ada yang
bisa menghapus keberagaman di Jakarta. Ini sudah ada sejak dulu,” ucap Mardani.
Ia yang juga menegaskan tidak ada kontrak politik dengan organisasi Front
Pembela Islam (FPI).
Menurut Mardani, Anies-Sandi tak memiliki ikatan berupa
janji politik dengan semua organisasi masyarakat, termasuk organisasi Islam,
yang mendukung mereka. “Tak ada kontrak politik dengan FPI. Semua sukarela,”
ujar Mardani, seperti dikutip dari Koran Tempo edisi Jumat, 21 April 2017.
Anies juga membantah tudingan bakal membuat peraturan daerah
berbasis syariat Islam. “Perda syariat atau Jakarta bersyariat itu bukan
program kami,” tutur Anies kepada Tempo.
Menjelang pemilihan kepala daerah DKI Jakarta putaran kedua,
sempat bertebaran spanduk kampanye pasangan Anies-Sandi yang bertuliskan
dukungan terhadap penerapan perda syariat di Ibu Kota. Kampanye itu juga bertebaran
di pelbagai media sosial. Hal tersebut sempat meresahkan warga Jakarta, apalagi
sejumlah organisasi masyarakat beraliran Islam konservatif menyatakan mendukung
pasangan itu.
Anies menyatakan menolak penerapan perda syariah di Jakarta.
Sebab, hal itu akan memperparah perpecahan dan konflik warga Jakarta yang
meruncing selama proses pilkada. Karena itu, ia meminta semua pendukungnya
kembali mempersatukan masyarakat Jakarta yang terbelah. "Itu adalah
tanggung jawab moral kita semua," kata Anies.
Loading...

