Beritaindonesia.co - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi meluncurkan program
bedah rumah pada Senin (17/4/2017) pagi. Bedah rumah digelar di Jalan Cilincing
Lama I, Cilincing, Jakarta Utara.
Secara simbolis, peluncuran program bedah rumah ini ditandai
dengan pemberian izin mendirikan bangunan (IMB) yang diserahkan Wakil Gubernur
DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat kepada sembilan orang warga penerima bantuan
program tersebut.
Selain dihadiri sejumlah pejabat Pemprov DKI Jakarta,
peluncuran program bedah rumah dihadiri para anggota "pasukan
pelangi".
Pasukan pelangi adalah istilah yang digunakan Pemprov DKI
untuk gabungan petugas harian lepas ( PHL) dari beberapa instansi, di antaranya
pasukan oranye (Dinas Kebersihan), pasukan biru (Dinas Tata Air), dan pasukan
hijau (Dinas Pertamanan dan Pemakaman).
Pemprov DKI Jakarta memilih kawasan Cilincing sebagai lokasi
peluncuran program bedah rumah karena wilayah tersebut merupakan salah satu
kelurahan dengan jumlah masyarakat miskin terbanyak di Jakarta Utara.
"Selain itu, status tanah yang memungkinkan dibedah
rumah adalah di Kecamatan Cilincing," kata Wali Kota Jakarta Utara Wahyu
Haryadi dalam sambutannya.
Menurut Wahyu, ada 83 rumah di Jakarta Utara yang akan
dibedah. Untuk tahap awal, jumlah rumah yang akan dibedah ada 18 rumah unit.
"Saat ini satu rumah sudah selesai, satu rumah sedang
proses, dan satu lagi sedang proses akan dimulai," ujar Wahyu.
Program bedah rumah yang dilaksanakan oleh Pemprov DKI
Jakarta tidak menggunakan APBD, tetapi berasal dari CSR perusahaan swasta.
Dalam rapat Pemprov DKI Jakarta bersama DPRD DKI Jakarta,
Rabu (12/4/2017), pihak Biro Hukum DKI Jakarta mengatakan, landasan hukum
program bedah rumah adalah Pergub Nomor 64 Tahun 2013 tentang Bantuan Perbaikan
Rumah di Permukiman Kumuh melalui Penataan Kampung dan diperkuat dengan
Instruksi Gubernur Nomor 51 Tahun 2017.
Program bedah rumah ini sempat dikritik DPRD DKI Jakarta.
DPRD mempertanyakan penyelenggaraan program yang dijadwalkan dua hari sebelum
pencoblosan putaran kedua Pilkada DKI Jakarta 2017 itu.
Loading...

