Beritaindonesia.co - Pengunjung Bandara Internasional Soekarno-Hatta banyak yang
terjebak oleh tarif parkir yang mahal. Bahkan ada pengunjung yang harus
membayar biaya parkir sebesar Rp 10 juta. Kok bisa?
Vice President of Operational PT Angkasa Pura Solusi Toyib
Fanani mengatakan biaya parkir yang mahal ini bisa terjadi karena pengunjung
terburu-buru. Mereka tidak memperhatikan lagi tempat parkir reguler dan parkir
inap. "Rata-rata yang kena bayar parkir mahal adalah kendaraan menginap
diparkir reguler," ujar Toyib, Rabu, 26 April 2017.
Karena salah parkir, tutur Toyib, kendaraan yang menginap
akan dikenai tarif progresif sesuai dengan aturan parkir reguler di bandara.
"Ada yang kena ratusan ribu, bahkan pernah ada hingga Rp 10 juta,"
katanya.
Sampai saat ini, ucap Toyib, rekor tarif parkir tertinggi di
Bandara Soekarno-Hatta sebesar Rp 10 juta. Biaya itu dikenakan kepada
pengunjung asal Jakarta. "Pengunjung ini pergi ke Pontianak untuk
menjenguk orang tua yang sakit, sementara kendaraannya dititipkan di parkir
reguler," ujar Toyib.
Setelah sampai di Pontianak, orang tua pengunjung tersebut
meninggal. Pemilik kendaraan itu akhirnya menitipkan mobilnya hingga satu bulan
lebih. "Ketika ia kembali, ia kaget karena tagihan parkirnya mencapai Rp
10 juta," tutur Toyib.
Pemilik kendaraan harus membayar tarif tersebut agar bisa
membawa mobilnya keluar dari area parkir bandara. "Masalah ini tidak bisa
diselesaikan dengan cara lain, kecuali membayar sesuai dengan tagihan,"
kata Toyib. "Karena nilainya sangat besar, pemilik kendaraan pulang dulu
untuk mengambil uang. Keesokan harinya, kendaraannya baru diambil."
Pengunjung bandara bernama Syahrul Munir, 38 tahun,
menyatakan pernah membayar parkir sebesar Rp 300 ribu. "Padahal saya
parkirnya cuma sehari semalam," ucapnya. Menurut Syahrul, saat itu, ia membawa
kendaraan ke bandara karena akan terbang ke luar kota.
Syahrul masuk ke parkir reguler dan meninggalkan
kendaraannya menginap di sana. "Saya tidak tahu ada parkir inap. Petugas
juga tidak memberi tahu. Rambu petunjuk juga tidak ada. Saya merasa dijebak,"
ujarnya.
Begitu juga dengan Firman, 39 tahun. Dia pernah membayar
parkir sebesar Rp 650 ribu. "Saya tidak tahu ada parkir reguler dan parkir
inap," tuturnya..
Loading...

