Beritaindonesia. co - Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta dan Polda Metro Jaya
menggelar deklarasi damai Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta
putaran kedua. Deklarasi digelar di Silang Monas, Jakarta Pusat, Senin (17/6)
sore.
Dalam acara tersebut, dihadiri Calon Gubernur nomor urut dua
Basuki Tjahaja Purnama. Namun, pasangannya Djarot Saiful Hidayat tak terlihat
hadir. Pasangan nomor urut tiga hanya terlihat Sandiaga Uno yang hadir. Anies
Baswedan.
Hadir pula Ketua DPRD DKI Jakarta yang juga Ketua Tim
Pemenangan Basuki-Djarot, Prasetio Edhie, Pangdam Jaya Mayjen Jaswandi, Kapolda
Metro Jaya Irjen M Iriawan, Ketua Bawaslu DKI Jakarta Mimah Susanti.
Dalam sambutannya, Ketua KPU DKI Jakarta Sumarno mengatakan
deklarasi damai sangat penting menjelang pemungutan suara putaran kedua yang
akan digelar pada Rabu (19/4). Deklarasi damai, kata Sumarno, dapat mengirim
pesan ke warga Jakarta untuk menjaga persatuan dan kesatuan meski berbeda
pilihan dalam Pilkada DKI.
"Pesan-pesan persatuan, menjaga kebhinekaan harus
senantiasa terus kita promosikan kepada seluruh warga," kata Sumarno.
Sumarno berharap pemungutan suara pada putaran kedua
berjalan damai, demokratis, jujur dan adil. Untuk merealisasikan ini, Sumarno
mengaku beban tak bisa dipegang sendiri oleh KPU DKI Jakarta. Tapi seluruh
stakeholder harus ikut bahu membahu mewujudkan putaran kedua Pilkada DKI
Jakarta sesuai harapan.
"Mari kita masuki 19 April dengan nuansa perdamaian.
Rakyat mendapatkan kebebasan untuk menentukan pilihannya tanpa adanya
intimidasi oleh siapapun juga. Biarkan masyarakat untuk menentukan
pilihannya," katanya.
Loading...

