Beritaindonesia.co - Persoalan parkir di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA)
Kalijodo tengah menjadi sorotan. Pada akhir pekan lalu, juru parkir liar dan
aksi premanisme bermunculan di RPTRA Kalijodo.
Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Sigit Widjatmoko
mengatakan telah mengetahui jaringan juru parkir liar yang bekerja di kawasan
RPTRA Kalijodo. Menurut dia, juru parkir liar di kawasan itu merupakan kelompok
lama binaan tokoh setempat.
"Hasil pengamatan saya, ini (juru parkir liar) masih
pemain lama. Grupnya Daeng Aziz sama Daeng Jamal," kata Sigit, kepada
Kompas.com, Senin (24/4/2017).
Sebenarnya, Dishub DKI Jakarta pernah memasang lima terminal
parkir elektronik (TPE) atau mesin parkir meter di sekeliling RPTRA Kalijodo.
Namun penggunaan TPE tidak efektif. Masih banyak warga yang membayar secara
non-tunai dan juru parkir liar masih berkeliaran.
Akhirnya TPE itu dicabut. Juru parkir pun semakin
merajalela. Juru parkir itu terlihat menyebar dari Jalan Kepanduan II Tambora
hingga ke kawasan Pejagalan, Jakarta Utara. Mereka berpakaian seperti warga
pada umumnya.
Ahok masih gubernur
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama pun berkomentar
mengenai hal itu. Dia meminta Dinas Perhubungan DKI dan Dinas Pemberdayaan
Perempuan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana DKI Jakarta turun
tangan terkait masalah juru parkir liar di RPTRA Kalijodo.
Pria yang akrab disapa Ahok itu mengatakan preman yang
menjadi juru parkir liar berani berbuat demikian karena merasa Ahok tidak bisa
menindak mereka. Ahok mengatakan dia akan meminta bantuan polisi untuk menindak
juru parkir liar di sana.
"Masalahnya mereka kurang ajar saja, preman, dia pikir
saya sudah enggak bisa tindak dia. Makanya saya mau minta kepolisian
tindak," ujar Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan,
Selasa.
Ahok menegaskan dia masih menjabat sebagai gubernur DKI
sampai Oktober 2017. Masih ada sekitar 5 bulan bagi Ahok untuk memimpin
Jakarta. Meski kalah Pilkada, dia masih bisa menindak tegas juru parkir liar di
RPTRA Kalijodo.
"Dia merasa saya sudah bukan gubernur lagi, masih
gubernur kok sampai 7 Oktober," ujar Ahok.
Parkir meter diganti gate
Ahok menginstruksikan
Dinas Perhubungan DKI Jakarta memasang gate parkir di RPTRA Kalijodo. Gate
tersebut akan dipasang untuk menggantikan alat parkir meter.
"Saya sudah minta Dishub agar diubah saja. Kalau itu
kan sudah dicopot-copoti nih yang parkir meter dan itu kan juga sudah satu
jalan, kami ubah saja jadi gate," ujar Ahok.
Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah mengatakan tarif
parkir kendaraan di Kalijodo akan diberlakukan secara progresif. Namun tarif
parkir tak akan berlaku bagi kendaraan yang hanya akan melintas. Batas waktu
agar kendaraan tidak dikenai biaya parkir yaitu 20 menit berada di dalam
kawasan Kalijodo.
"Segera (akan dipasang). Kami minta untuk digratiskan,
tidak bayar untuk waktu 20 menit mereka lintas di situ mereka tidak bayar. Tapi
kalau mereka parkir di sana ada charge (biaya)," kata Saefullah.
Loading...
