Beritaindonesia.co - Antrean warga di TPS 088 di RW 014 Kelurahan Cengkareng
Timur, Jakarta Barat, tampak sudah ramai sejak pukul 07.30 WIB. Warga yang
terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT) terlihat rapi mengantre untuk
mencoblos di TPS tersebut.
Hana, warga RW 014 yang baru menyalurkan hak suaranya
mengatakan, pencoblosan pada putaran kedua ini jauh lebih rapi dibanding
pilkada putaran pertama. Hana menyebut sosialisasi tata cara untuk memilih
lebih gampang diakses.
Misalnya, pihak kelurahan dan kelompok warga RW 014 lebih
intens menyosialisasikan penggunaan surat keterangan (Suket), bahkan surat
undangan atau C6 langsung diantar ke rumah warga.
Sedangkan saat pilkada putaran pertama, sosialisasi
cenderung minim. Warga bahkan tidak mengetahui syarat apa yang harus dibawa
jika KTP elektronik atau e-KTP masih belum didapatkan.
"Sekarang memang jauh lebih mudah, yang pertama itu
sosialisasi kurang. Sekarang sosialisasi datang ke TPS bawa KK, KTP Asli. Kalau
enggak ada bawa Suket," ujar Hana kepada Kompas.com di lokasi, Rabu
(19/4/2017).
Hana menceritakan bahwa dia dan keluarganya merupakan salah
satu pemilih yang tidak bisa memilih saat Pilkada DKI putaran pertama. TPS 088
merupakan TPS yang bermasalah saat Pilkada DKI Jakarta putaran pertama.
Saat itu, banyak warga yang masuk dalam DPT tambahan tidak
bisa menyalurkan hak suaranya dengan alasan surat suara habis dan waktu
pencoblosan telah ditutupi. Itu mengapa Hana datang lebih pagi agar tidak
kehabisan surat suara seperti pilkada putaran pertama.
Warga lainnya, Oki mengatakan Pilkada DKI putaran kedua
berlangsung lebih baik. Jika pada putaran pertama ada warga yang masuk dalam
DPT tambahan ikut mengantre sejak pagi, kali ini tampak antrean hanya diisi
oleh warga yang masuk dalam DPT.
Pemilih yang masuk ke dalam DPT tambahan baru bisa mencoblos
dari pukul 12.00 WIB sesuai ketentuan KPU DKI Jakarta. Oki mengatakan, dia
datang lebih awal agar tak kehabisan surat suara seperti pilkada putaran
pertama.
"Meski kemarin masih bisa milih, sekarang lebih cepat
datang. Selain karena ada perlu, takut surat suara habis," ujar Oki.
Warga lainnya, Rohana berharap agar tidak ada kejadian surat
suara habis seperti pilkada putaran pertama.
"Mudah-mudahan enggak ada masalah lagi, aman-aman lah
Mas. Tadi sih kayaknya ok-ok aja," ujar Rohana. Di TPS 088 terdapat
sebanyak 795 warga yang masuk dalam DPT, dengan rincian 387 laki-laki, dan 408
perempuan.
Loading...

