Beritaindonesia.co - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menegaskan tugas penting
Polri mengamankan Pilkada DKI Jakarta putaran kedua. Seluruh personel diminta
mempersiapkan diri untuk memastikan keamanan warga.
"Saya masih terus terngiang dan apa yang disampaikan
mantan Pangdam saat saya kapolda metro, Pak Teddy Lhaksmana. Itu jadi pegangan
saya bahwa kita Polri dan TNI digaji untuk seperti ini. Kita digaji untuk
bertugas menghadapi situasi termasuk pengamanan cukup penting ini. Jadi kita
digaji untuk ini. Setuju? Kalau kita tak mampu melaksanakan ini kita berdosa
pada negara yang telah menggaji kita," kata Tito Karnavian memberikan
pengarahan dalam apel pasukan untuk kesiapan pengamanan pilkada di Ecovention
Ancol, Jakarta, Selasa (18/4/2017).
Pengamanan pemungutan suara Pilkada putaran kedua akan
dilakukan puluhan ribu personel gabungan TNI, Polri dan perlindungan masyarakat
(Linmas). Total ada 13.034 TPS pada pencoblosan besok.
"Dengan kekuatan ini di atas kertas kita sebetulnya
bisa atasi problema yang mungkin akan terjadi. Kuncinya adalah kecepatan,
kecepatan untuk amankan dan lokalisir jika ada masalah di TPS. Di TPS cepat
selesaikan, jika tak mampu dibackup dari tingkat kecamatan, kalau kecamatan tak
mampu diback-up oleh jenjang atas," sambung Tito.
Tito berpesan agar personel keamanan yang bertugas di TPS
merespons cepat kondisi yang terjadi. Bila ada gejolak yang muncul, personel
keamanan harus langsung menindaklanjutinya.
"Selagi kita cepat tangani tak akan meluas dan tak akan
besar. Jadi kunci utama adalah sinergitas dan kekompakan dari unsur TNI-Polri.
Kita hanya ingin kuatkan komitmen. Siap kita sama sama Polri-TNI amankan
Pilkada DKI?" kata Tito disambut teriakan siap anggota TNI dan Polri yang
hadir dalam apel.
Loading...

