Beritaindonesia.co - Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu) DKI Jakarta mendapatkan
informasi adanya warga yang memakai kaus berwarna putih bertuliskan
"B3rsatu Kita Teguh, Terkotak-kotak Kita Runtuh" di sekitar TPS 21
Jalan Gunung Sahari VI, Jakarta Pusat, Rabu (19/4/2017).
Ketua Bawaslu DKI Jakarta Mimah Susanti mengatakan, kaus
tersebut tidak boleh digunakan dalam radius 200 meter dari TPS. Sebab, kaus
tersebut mengarah pada kampanye karena angka 3 dalam kata "b3rsatu"
merupakan nomor pemilihan pasangan Anies Baswedan- Sandiaga Uno.
"Kan kata tiganya (dalam B3rsatu) itu kan enggak boleh,
itu walaupun dibalik kan semua orang tahu itu tiga," ujar Mimah kepada
Kompas.com.
Selain itu, Mimah menyebut kata "terkotak-kotak kita
runtuh" dalam kaus itu juga provokatif. Kotak-kotak diketahui sebagai
salah satu simbol kampanye pasangan Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok)- Djarot
Saiful Hidayat.
"Bahasa 'terkotak-kotak kita runtuh' itu kan agak
provokatif juga, kan enggak boleh ada kampanye. Itu kan mengarah pada
kampanye," kata Mimah.
Bawaslu langsung mendatangi lokasi TPS tersebut dan meminta
warga bubar atau tidak memakai lagi kaus tersebut di sekitar TPS.
"Jadi disarankan dalam radius 200 meter tidak boleh ada
hal-hal yang mengarah kampanye. Imbauan udah disampaikan langsung di lapangan,"
ucap Mimah.
Loading...

