Beritaindonesia.co - Wakil Presiden Jusuf Kalla menanggapi kejadian penyerangan
terhadap aparat Kepolisian. Di sejumlah daerah, mereka menjadi sasaran
penyerangan oleh orang yang dianggap teroris.
Pria yang akrab disapa JK ini menyatakan, aksi teror ini
memperingatkan kepada semua bahwa kelompok teroris masih ada dan berkeliaran di
beberapa tempat.
"Jadi kita harus betul-betul, pemerintah, aparat keamanan,
harus serius. Tapi di lain pihak kita juga mengapresiasi bahwa Kepolisian itu
dapat mengatasinya," kata JK di kantornya, Jakarta, Selasa (11/4/2017).
Menurut dia, aksi penangkapan teroris tak hanya dilakukan
polisi antiteror saja, tapi juga polisi lalu lintas memulai pengadangan
terhadap aksi tersebut. Karena itu ini patut diapresiasi.
"Itu bagi kita, suatu tindakan yang merupakan
kesiap-siagaan secara keseluruhan sebenarnya. Jadi itu memperingatkan kita
bahwa (teroris) masih ada, tapi kita juga apreasiasi kepolisian itu," ucap
Kalla.
Sementara itu Menko Polhukam Wiranto menegaskan, aksi yang
terjadi belakangan ini dianggap sebagai aksi teroris. Sebab sudah berani
menyerang aparat.
"Dugaan kamu siapa, kriminal biasa itu punya senjata?
Bisa beli senjata? jelas-jelas teroris. Jangan sampai kita ini mempunyai
prasangka buruk kepada aparat keamanan, densus 88, BNPT. Itu harus kita berikan
apresiasi maupun kita bantu, karena mereka melindungi masyarakat," tutur
Wiranto.
Menurut dia, jangan semua menyalahkan apa yang dilakukan
kinerja kepolisian. Karena itu, semua pihak harus berpikir terbuka.
"Kalau ada teroris ngebom enggak ketangkap, ribut.
Katanya polisi enggak kerja. Ketangkap ketembak, disalahkan. Ini bagaimana. Kan
enggak betul seperti itu. Jangan seperti itu," kata Wiranto.
Dia menegaskan, kalau ada sekelompok orang yang bersenjata
menyerang petugas, itu adalah teroris. Mereka meneror masyarakat dan petugas
yang melindungi masyarakat.
Karena itu, jika sudah ada yang berlaku seperti itu,
pihaknya tak bisa lagi menggunakan cara pelan. Harus melalui tindakan.
"Makanya teroris dihadapi dengan cara-cara bagaimana?
Cara-cara kekerasan. Kalau enggak sadar, kalau sudah bawa senjata begitu. Masa
kamu pakai imbauan, pakai ketapel, ya enggak bisa dong," ujar Wiranto.
Loading...
