Beritaindonesia.co - Gerakan Tamasya Al-Maidah sebelumnya heboh didengungkan akan
dilakukan tepat saat pencoblosan Pilgub DKI pada 19 April mendatang. Namun
rencana itu batal dilaksanakan.
Ketua Gema Jakarta Ahmad Lutfi Fathullah, selaku
penyelenggara Tamasya Al-Maidah, mengatakan alasan dibatalkannya gerakan
tersebut adalah dikhawatirkan dapat mengganggu kondisi pelaksanaan pencoblosan.
"Secara organisasi, kita batalkan. Pertama, takut tidak
terkontrol, takut terpancing, dan semakin panas. Jadi lebih baik orang Jakarta
nanti setelah mencoblos jangan pulang. Tapi tunggu untuk mengawasi di situ
sampai selesai," ujar Lutfi kepada detikcom, Kamis (13/4/2017).
Lutfi mengatakan Tamasya Al-Maidah sebelumnya diperkirakan
akan diikuti 1,3 juta orang. Hal itu merujuk pada Aksi Bela Islam yang
berlangsung pada 2 Desember 2017 atau Aksi 212.
Selain itu, ia mengatakan pelaksanaan Tamasya Al-Maidah
bertujuan mengawal Pilgub DKI Jakarta putaran kedua agar berjalan jujur, adil,
dan damai.
"Setelah mempertimbangkan kemungkinan timbulnya ekses
negatif, kami dengan kearifan dan kesadaran penuh meniadakan program
tersebut," tuturnya.
Sebelumnya, Wakapolda Metro Jaya Brigjen Suntana telah
mengimbau agar gerakan Tamasya Al-Maidah tidak dilakukan.
"Pada putaran pertama hal serupa itu ada, agar
masyarakat datang ke TPS. Kalau wisata Al-Maidah itu tujuan sama, sebagian
masyarakat diminta mengamankan TPS dan lain-lain. Polisi sampaikan tidak perlu
itu, semua TPS sudah dijaga petugas polisi," ucap Suntana kepada wartawan
di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (21/3).
Suntana menegaskan TPS akan dijaga polisi untuk mencegah
kecurangan serta menjaga keamanan di TPS. "Sehingga kami imbau tidak perlu
kegiatan itu. Pengamanan TPS akan dilakukan polisi dan instansi terkait,"
ucapnya.
Loading...

