
Beritaindonesia.co - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib M Rizieq Syihab
kurang lebih dua jam berceramah di Masjid Agung Sunan Ampel, Surabaya, Jawa Timur,
Selasa malam (11/4). Rizieq mengajak jemaah FPI untuk terus mengobarkan
semangat jihad membela Islam.
Dia juga mengajak jemaahnya berjihad melawan Partai Komunis
Indonesia (PKI), yang dinilainya kembali bercokol di Tanah Air.
"Pengajian dilarang, kalau mereka umat Islam, tidak
akan pernah melarang pengajian, yang melarang pengajian?" kata Habib
Rizieq di depan ribuan jemaahnya yang menjawab serempak 'PKI'.
"Yang membunuh tujuh jenderal dan dikubur di Lubang
Buaya adalah PKI, yang membakar pesantren, yang membantai para ulama adalah
PKI. Maka tak ada orang Ahlussunah Waljamaah, orang NU yang menentang
pengajian. Orang Islam tak akan memusuhi ulama, tak akan melarang pengajian,
karena yang melarang itu PKI," sambungnya lagi.
Selain membahas isu ancaman PKI, dia juga terus mengobarkan
semangat melawan penista agama. Dia juga menyinggung beberapa aksi di Jakarta
yang menuntut Ahok segera ditahan. Bahkan mengajak seluruh ulama dan seluruh
umat Islam kembali bersatu memperjuangkan Islam.
Dia tidak sepakat jika ada umat Islam yang takut dengan
kematian dalam memperjuangkan agama. Baginya, mati dalam jihad adalah sahid.
"Ulama, umarok, habaib, pejabat, jenderal pasti mati.
Semua pasti mati. Jadi tidak perlu takut dengan kematian. Tidak perlu ilmu
kebal untuk berjihad. Ingin sahid tak perlu ilmu kebal," katanya disambut
pekik takbir para jemaah.
Rizieq juga menolak kedatangan kaum asing yang ingin
menguasai kekayaan Bumi Nusantara. Sebab menurutnya, masih banyak anak-anak
bangsa yang butuh pekerjaan.
"Masih banyak saudara-saudara kita yang butuh
pekerjaan, kenapa kaum asing harus diberi izin masuk ke Indonesia?"
katanya.
Habib Rizieq juga mengajak seluruh umat Islam tetap menjaga
persaudaraan untuk memperkuat tegaknya NKRI. Sebab, masih kata dia, persatuan dan
persaudaraan umat Islam dalam menegakkan agama, sangat penting. "Persatuan
dan persaudaraan adalah sumber pertolongan. Jika bersatu tidak akan ada musuh
yang bisa menghadang," tegasnya.
Loading...
