Beritaindonesia.co - Kartini (52), terlihat duduk santai di dipan dari bambu yang
ada di teras rumah, di rumahnya, Senin (17/04).
Warga Dusun Gesan, Desa Gubuksari Kecamatan Pegandon Kendal,
Jawa Tengah itu, sedikit terkejut ketika Kompas.com, memperkenalkan diri.
Ibu beranak dua ini, hanya menyambut tamunya dengan senyum,
lalu masuk ke rumah sambil memanggil suaminya.
“Silakan masuk,” kata Kartini, yang keluar bersama suaminya
Sarpani (60).
Rumah Kartini hanya berlantai tanah. Sementara isi rumah
berukuran sekitar 6 × 10 m itu, hanya seperangkat kursi dari kayu dan dipan
bergikar pandan yang digunakan untuk rebahan.
Sambil menarik napas panjang , Kartini bercerita, mengenai
anaknya, Musthofiatun yang tidak ada kabar berita sejak berangkat ke Arab Saudi
menjadi tenaga kerja wanita (TKW) tahun 2011 silam.
Ia mengaku tidak tahu soal keberangkatan anaknya tersebut.
Pasalnya, putri yang ia lahirkan pada 30 Maret 1989 tersebut, saat anaknya
berangkat, dia juga masih menjadi TKW, di Arab.
“Saya jadi TKW di Arab, mulai tahun 2009 hingga 2014. Anak
saya, berangkat tahun 2011,” ujarnya.
Kartini menyebutkan, sebelum berangkat ke Arab,
Musthofiatun, bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Semarang. Namun, pada
tahun 2011, berangkat ke Arab.
“Yang mengurus pemberangkatan anak saya nomor dua ke Arab
itu, bapaknya,” tambahnya.
Kartini mengaku, keluarganya memang keluarga TKW. Sebab
mencari kerja di Kendal sulit. Sementara ijazah anak-anaknya hanya SMP. “Anak
saya yang nomor satu, baru saja berangkat jadi TKW ke Singapura,” ucapnya.
Sementara itu, Sarpani, dengan sedih mengatakan bahwa sejak
berangkat ke Arab tahun 2011 hingga kini, sang anak belum ada kabar.
Pada tahun 2012, ia pernah mendatangi kantor Dinas Tenaga
Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kendal, menanyakan keberadaan anaknya.
Namun hingga kini, belum ada jawaban.
“Anak saya ke Arab, kalau tidak salah lewat PJTKI Dwi Putra
Citra Mandiri. Namun sekarang, PJTKI nya sudah tidak ada. Padahal semua dokumen
anak kami, ada di PJTKI itu, “ tuturnya.
Sarpani berharap anaknya bisa ditemukan keberadaannya.
Sebab, mereka sangat kangen dan ingin bertemu dengan.
“Kami tidak mempunyai dokumen anak saya. Baik foto, atau
dokumen yang lain,” ujarnya.
Terkait dengan hal itu, kepala Disnakertrans Kendal, Ratno,
mengaku baru tahu kalau ada warga Kendal yang 6 tahun jadi TKW di Arab, namun
belum ada kabarnya. Ia berjanji akan melacak datanya ke BNP2TKI.
“Kami akan mencari PJTKI yang memberangkatkan Musthofiatun
dulu, “ katanya.
Sekda Kendal, Bambang Dwiyono, saat mendapat kabar adanya
TKW asal Kendal yang sudah 6 tahun belum ada kabar, meminta kepada
Disnakertrans segera mencari tahu keberadaannya. “Harus cari tahu dulu, TKW itu
legal apa ilegal, “ katanya.
Loading...

