Beritaindonesia.co - Calon wakil gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan tiga
Sandiaga Uno menilai di era saat ini seharusnya tidak ada lagi kegiatan
kampanye yang berisi aksi bagi-bagi uang maupun sembako.
Sebab selain melanggar aturan, ia menilai hal tersebut
merupakan aksi yang sudah ketinggalan zaman.
"Kita kan punya program, yuk fokus di program-program
itu aja. Jangan gunakan cara-cara 20-30 tahun lalu. Apalagi ada di TV gitu
bagi-bagi uang. Sedih kami melihatnya," kata Sandi saat ditemui di kawasan
Petukangan, Jakarta Selatan, Kamis (6/4/2017).
Hal itu disampaikan Sandi menanggapi aksi bagi-bagi uang
yang dilakukan Ketua Umum PPP , Djan Faridz yang dilaporkan terjadi di
Kemayoran, Jakarta Pusat beberapa hari lalu.
Aksi Djan tertangkap kamera dan disiarkan dalam pemberitaan
di televisi. PPP kubu Djan diketahui merupakan salah satu partai pendukung
pasangan calon gubernur dan calon gubernur nomor pemilihan dua, Basuki
"Ahok" Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat.
Pada pemberitaan di televisi, disebutkan bahwa aksi
bagi-bagi uang oleh Djan dilakukan saat kampanye untuk pemenangan Ahok-Djarot.
Menanggapi hal itu, Sandi melontarkan sindiran.
"Itu menunjukan tidak matangnya politisi yang mendukung
paslon nomor dua. Mereka melakukan kampanye yang justru memecah belah. Itu
sangat-sangat 80-an bangat. Padahal kita kan sudah 2017," ujar Sandi.
Aksi bagi-bagi uang oleh Djan diketahui sudah dilaporkan
oleh tim Anies-Sandi ke Bawaslu DKI pada Kamis kemarin.
Loading...
