
Beritaindonesia.co - Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan ada sejumlah pihak
yang tak senang melihat rakyat hidup enak lalu menyebut Basuki Tjahaja Purnama
( Ahok)- Djarot Saiful Hidayat melakukan penggusuran. Menurut Hasto, pada
kenyataannya justru Ahok-Djarot sedih melihat rumah rakyat yang kumuh, miskin
dan tak layak huni.
"Maka Pak Ahok memindahkan mereka lalu ditempatkan di
lokasi lebih baik. Di sana ada ruang bermain anak, rumah lebih nyaman serta
masyarakat mendapat Kartu Jakarta Pintar dan Kartu Jakarta Sehat, serta Kartu
Lansia," jelas Hasto saat blusukan di Cilincing, Selasa (11/4).
"Bahkan dulu Pak Djarot adalah jagonya membangun rumah
layak buat rakyat. Waktu jadi wali kota Blitar, Pak Djarot membangun hampir
2.500 rumah menjadi bagus dan layak huni," imbuhnya.
Ratusan warga di Kelurahan Cilincing, Jakarta Utara
sumringah menyambut kedatangan Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto
Kristiyanto bersama rombongan saat blusukan serap Aspirasi dan mengecek program
KJP, KJS dan Tata Ruang Kota Jakarta. Blusukan Hasto hari ini ditemani artis
Puy Brahmantya, KH Munib, serta disambut oleh KH Muzakkir yang merupakan tokoh
agama dari Cilincing di di RT 6 RW 8 Cilincing, Jakarta Utara.
Langkah Hasto sempat terhenti di sebuah warung Brebes dan
menyalami penjual nasi sekaligus membeli makanan di warung itu. Kemudian Hasto
melanjutkan langkah blusukan menuju ke sebuah tenda yang dipasang di RT 9 RW
06. Di sana dilakukan dialog dengan warga. Seorang warga bernama Ibu Pinyu
mengeluh rumahnya rontok dan kalau hujan bocor. Barang-barangnya sudah digadai
sehingga tak ada uang untuk membenahi rumah.
Mendapat curhatan tersebut, Hasto menegaskan bahwa
Ahok-Djarot sudah punya pasukan merah yang bertugas membantu pembenahan rumah
rakyat.
"Bersama ketua RT, ayo diusulkan rumah mana yang
prioritas diperbaiki sekarang. Kita sudah ada pasukan merah yang secara gotong
royong membenahi rumah rakyat," ujar Hasto.
Loading...
