Beritaindonesia.co - Tim pemenangan pasangan cagub-cawagub DKI Jakarta Basuki
Tjahaja Purnama ( Ahok)- Djarot Saiful Hidayat melaporkan pasangan
cagub-cawagub DKI Jakarta Anies Baswedan- Sandiaga Uno ke Bawaslu DKI Jakarta,
Minggu (16/4/2017) malam.
Anggota tim advokasi Ahok- Djarot, Ronny mengatakan, mereka
melaporkan Anies-Sandi atas dugaan politik uang dengan membagikan sembako.
"Kami mau melaporkan dugaan terkait politik uang yang
dilakukan oleh pasangan calon nomor tiga, saudara Anies-Sandi," ujar Ronny
di Kantor Bawaslu DKI Jakarta, Minggu malam.
Selain melaporkan Anies-Sandi, mereka juga melaporkan Ketua
Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo dan istrinya, yakni Liliana
Tanoesoedibjo, serta istri Sandi, Nur Asia. Mereka membawa bukti berupa foto,
beberapa print out pemberitaan di media massa, hingga data lainnya yang
dimasukan ke flashdisk.
Ronny mengatakan, pembagian sembako tersebut dilakukan di
Menteng dan Cempaka Putih, Jakarta Pusat.
"Yang sangat jelas di sini ada kupon yang bertuliskan
Anies-Sandi, kemudian Festival Menteng Bapak Hari Tanoe beserta istri dan
beserta istri dari Sandi. Jadi ini merupakan alat bukti yang kuat mengenai
dugaan pelanggaran politik uang pembagian sembako," kata Ronny.
Tim Ahok- Djarot berharap, Bawaslu DKI Jakarta bersama tim
penegakan hukum terpadu, yakni polisi dan jaksa, dapat menerima dan memproses
laporan mereka dengan profesional.
Pada Minggu siang, tim Anies-Sandi juga melaporkan tim Ahok-
Djarot ke Bawaslu DKI Jakarta karena diduga melakukan politik uang dengan
menggelar bazar murah di beberapa titik.
Sembako tersebut dijual dengan harga miring, yakni dari Rp
50.000 menjadi hanya Rp 5.000.
Tim Anies-Sandi menyebut bazar sembako murah tersebut
digelar secara masif, khususnya di wilayah Jakarta Timur yang menjadi basis
suara pemilih Anies-Sandi.
Loading...

