Beritaindonesia.co - Kementerian Perdagangan bersama Kementerian Pertanian
melakukan peninjauan kondisi ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok
pangan di beberapa pasar tradisional Jakarta pada hari ini.
Dua menteri yang melakukan inspeksi dadakan itu, Menteri
Perdagangan Enggartiasto Lukita dan Menteri Amran Sulaiman bersama para
jajarannya, tiba pukul 06.48 di Pasar Senen. Kemudian, rombongan menteri
melanjutkan perjalanan ke Pasar Rawamangun, lalu terakhir mengunjungi Pasar
Induk Beras Cipinang.
Di Pasar Senen dan Rawamangun para menteri ini mengajak
berbincang beberapa pedagangan cabai, bawang, gula, telur ayam, beras, minyak
goreng, dan daging.
Dalam kesempatan itu Enggar dan Amran pun meminta para
pedaganga untuk tidak permainkan harga di kisaran yang semakin menyulitkan masyarakat.
Keduanya pun menemukan harga sudah mulai turun sesuai harapan.
Seperti daging beku berharga jual paling tinggi Rp80 ribu
per kilogram. Bahkan di pasar Senen Enggar membeli daging sapi beku dua
kilogram dengan harga Rp150 ribu.
"Mudah-mudahan harganya enggak naik, mudah-mudahan
harga daging bisa stabil. Yang ini jangan dinaik-naikin harganya," ujar
Enggar di Pasar Senen Jakarta pada Kamis, 13 April 2017.
Kemudian, untuk gula masih ditemukan harga Rp13 ribu per kg,
tidak sesuai harga eceran tertinggi permintaan pemerintah yaitu Rp12.500 per
kg.
Salah satu pedagang gula Pasar Rawamangun, Nova mengatakan
gula tersebut diperolehnya tidak dari Badan Urusan Logistik. Karena, harganya
lebih murah, yaitu Rp11-12 ribu per kg.
Gula Bulog menurutnya dibanderol lebih mahal yaitu Rp13 ribu
per kg dengan kualitas yang jelek.
"Masih bagus gula kuning. Kualitasnya lebih bagus.
Harga segitu juga enggak masuk, ada gula yang lebih murah dari pada Bulog.
Sampai Rp11-12 ribu per kg," ujar Nova.
Komoditas cabai kemudian menjadi sorotan Amran yang sempat
melonjak harganya hingga kisaran Rp150 ribu per kg. Di Pasar Rawamangun
ditemukan harga cabai rawit merah berada di kisaran Rp60 ribu per kg.
Di hadapan pedagang cabai, dia mengatakan, di daerah basis
produksi cabai, seperti di Temanggung cabai dari petani dijual Rp8 ribu per kg.
"Bagaimana caranya supaya ini ambilnya dan harga bisa
lebih murah, TTI (Toko Tani Indonesia) kami bangun supaya menekan harga lebih
rendah lagi dari Rp60 ribu per kg, agar bisa di lapangan cukup di kisaran Rp20
per kg," ucapnya.
Salah satu Pedagang Pasar Rawamangun Murni mengatakan, sudah
terjadi perubahan harga sekitar dua minggu kemarin, cabai rawit merah dari
Rp120 ribu per kg menjadi Rp60 ribu per kg. Lalu, harga cabai merah dari Rp25
ribu per kg menjadi Rp22 ribu per kg.
"Di sana cabai ada tengkulak. Dari kebunnya diambil
tapi ditahan. Nanti untuk ke pasar induk di tahan-tahan. Ini sangat menyulitkan
masyarakat di tengah kondisi ekonomi sedang susah seperti saat ini,"
ungkapnya.
Loading...

