Beritaindonesia.co - Twitter menjadi salah satu wadah diskusi tentang berbagai
topik, termasuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta. Netizen kerap
memuji, mengomentari, menyindir, hingga beradu argumen satu sama lain,
menyangkut para pasangan calon (paslon) pemimpin ibukota.
Dua bulan lalu telah digelar Pilkada DKI putaran pertama
yang menyisakan dua paslon, yakni Anies-Sandi (nomor urut 3) dan Ahok- Djarot
(nomor urut 2). Keduanya dipertemukan kembali di Debat Pilkada DKI putaran
kedua yang berlangsung Kamis (13/4/2017) di Hotel Bidakara, Jakarta.
Twitter pun kembali ramai dengan obrolan seputar Pilkada
DKI. Menurut keterangan resmi dari Twitter yang dihimpun KompasTekno, Jumat
(14/4/2017), paslon nomor urut 2 lebih banyak diperbincangkan ketimbang paslon
nomor urut 3.
Analisa Twitter sejak 14 Maret hingga 13 April 2017,
percakapan tentang Ahok- Djarot mendominasi dengan 2,2 juta kicauan. Sementara
itu, Anies-Sandi cuma dibahas dalam 1,3 juta kicauan.
"Grafik tidak menunjukkan sentimen tertentu terhadap
para kandidat," begitu tertera pada keterangan Twitter.
Artinya, obrolan netizen soal paslon nomor urut 2 atau 3 tak
bisa serta-merta diartikan bermuatan negatif atau positif. Pasalnya, percakapan
yang terbangun merupakan diskusi bermuatan pro dan kontra yang dinamis.
Meski demikian, Twitter menemukan banyak sudut pandang
"berbeda" terhadap pernyataan kedua kandidat atau pola tingkah laku
mereka selama Debat Pilkada DKI berlangsung.
"Berkat elemen LIVE dan real-time Twitter pengguna
dapat menemukan cara kreatif untuk meredam ketegangan suasana yang muncul
selama debat berlangsung," Twitter menuturkan.
Tanda pagar populer pun bermunculan, seperti
#PertanyaanUntukPaslon, #DebatPilkadaDKI, dan #IraKoesno. Ya, nama Ira Koesno
kembali ramai diperbincangkan di Debat Pilkada terakhir ini.
Presenter berita kondang tersebut memang mencuri perhatian
sejak Debat Pilkada DKI putaran pertama. Kepiawaiannya sebagai moderator memicu
netizen untuk berkomentar.
Loading...

