Beritaindonesia.co - Pak Ahok, aku lagi dinas ceritanya, agak susah aku
bersosmed-an, eh pas dapat sinyal alamak masih rame aja yang bahas Ahok. Aku
pikir udah beres, aku pikir udah bisa kita tenang. Rupanya karena Ahok kalah
jadi banyak bunga di Balai kota ya ? Katanya itu settingan mu aja ? Betulnya
itu ?
Pas ku tengok kata-katanya paten semua, rasa-rasanya untuk seorang Ahok
yang kasar gak mungkinlah bisa buat kata-kata mellow kek gitu ya . Ada pula
beredar WA mu yang tentang pesan bunga, kalopun benar masih ribut orang itu hahaha,
uang siapa yang kehabisan siapa haha.
Tapi diantara banyak bunga itu ada pula
bunga dari kawan yang ku kenal, apa dia ditraktir sama Ahok? Rasa-rasanya
bunganya harga 500 ribu dibagi 10 itu hok jadi 50 ribu per orangnya, yah
mahalan kuota sebulan lah woi ...
Memang agak aneh aku pas nengok postingan
kawanku, sebuah poto makan-makan tapi captionnya begini "merayakan
kekalahan ahok", geli awak baca nya bukannya merayakan jagoannya menang
tapi tetap Ahok yang punya pesta hahaha , aku memang udah yakin Ahok kalah
karena tiap naik ojek kutanyakan sama abang ojeknya, mau pilih siapa bang ?
Rata-rata jawab lawanmu pilihannya. Iyalah memang agak ngeri hok kalo sudah
surga taruhannya, biarkanlah ku pikir memang kalahkan ajalah Ahok , toh cinta
tak harus memiliki kan ?
Pas udah kalah, aku tanya lagi abang gojeknya,
senanglah kau bang udah menang pilihan mu, eh nangis dia hok "entahlah
neng, abang sedih", keknya hidup bakalan susah lagi. Bah ! Apanya ko bang,
rupanya kek gitulah rasa kalo cinta tak harus memiliki, sabarlah bang paling
gak ko kenang aja kalo ko pernah punya mantan terindah!
Aku ini suka sok kek
detektif, ku carilah di gugel toko bunga, mau pesan bunga juga meski Ahok
bilang lebih baik bantu dana sosial, ah jangan ko pikirkan hok sudah ada alokasinya
itu, pande lah kami bersedekah, ku kumpulkan empat kawanku, kuajak patungan,
125 rb kami seorang, meski lagi akhir bulan gakpapalah yang penting senang hati
kami. Eh tau apa kata tokonya ? Ahok larang kirim bunga, bah baru awak mau
ikut-ikutan udah kena larang sama tokonya, pande pulak dia nasehati kami. Tapi
kasih saran juga dia, katanya ya udahlah kirim buat tanggal 9 aja. Aku tanya,
ada apa rupanya tanggal itu ? Katanya putusan sidang mu hok, ya sudahlah kirim
ke sana, yang penting bisa kirim bunga untuk Ahok. Sibuk kali ko li ? KTP
Jakarta rupanya ?
Enggak lah, apa urusannya kirim bunga sama KTP, sukak-sukak
ku lah, uang uang aku, kawan kawan aku , repot kali kelen.
Kalo orang patah
hati, biarkan lah merepet dia, biarkan ..karena waktu yang bisa sembuhkannya,
kelen yang sudah menang bersiaplah akan kemenangan kelen tak usah kelen urus
apa kerjaan orang yang patah hati, ini sibuk kelen sama urusan bunga, kelen
juga yang bilang itu ahok yang pesan, jadi apa ruginya sama kelen ? Makin aneh
ku tengok, asik sibuk kelen sama urusan yang sudah kalah, kalah salah, menang
salah !
Aku Orang yang menyukai kejujuran meski dia Ahok !
Loading...

