Beritaindonesia.co - Calon gubernur nomor pemilihan dua DKI Jakarta Basuki
Tjahaja Purnama atau Ahok terlihat menggelengkan kepalanya saat calon gubernur
nomor pemilihan tiga DKI Jakarta Anies Baswedan menjelaskan mengenai dampak
reklamasi Teluk Jakarta.
Ahok menggelengkan kepalanya saat Anies menyebut reklamasi
akan kembali membuat Jakarta terendam banjir.
"Ini unik, airnya dipercepat ke laut, dan di depan laut
disiapkan pulau untuk menampung air, efeknya balik lagi ke Jakarta. Rasakan
banjir ke tempat ini," kata Anies, pada debat kandidat yang
diselenggarakan di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu (12/4/2017).
Selain itu, Anies juga membantah pernyataan Ahok mengenai
ketersediaan lapangan pekerjaan melalui reklamasi pulau. Menurut Anies,
lapangan pekerjaan justru lebih banyak tersedia dari normalisasi 13 sungai di
Jakarta.
"Begitu kita membangun pulau di sana lalu menjadi
pemukiman mewah. Yang pasti memiliki bukan nelayan yang hadir di sini, nelayan
hanya menonton dari jauh," kata Anies.
Menjawab hal itu, Ahok kembali mengklaim mengenai keuntungan
yang akan didapat dari pelaksanaan reklamasi Teluk Jakarta. Menurut Ahok,
seluruh sertifikat pulau reklamasi atas nama Pemprov DKI Jakarta.
Kemudian, kata dia, hampir 48 persen pulau reklamasi
digunakan untuk kebutuhan fasos fasum DKI Jakarta. Lima persen tanah yang
dijual oleh pengembang, kata dia, dapat dipergunakan untuk nelayan kembali.
Sebanyak 15 persen kontribusi dari penjualan akan diberikan
kepada Pemprov DKI Jakarta untuk pembangunan.
Ahok mengklaim, Pemprov DKI Jakarta akan mendapat Rp 158
triliun dalam 10 tahun dari reklamasi Teluk Jakarta.
"Bicara reklamasi pulau, ini soal ekonomi. Setiap
triliun yang anda investasikan, akan menghasilkan. Jadi skali lagi, jangan
mengacaukan seperti itu," kata Ahok.
Loading...

