Selasa, 25 April 2017

Ahok Sebut E-Budgeting Akan Jalan Terus, Kecuali 3 Hal ini Diubah, Apakah Itu?


Beritaindonesia.co - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengatakan penerapan sistem electronic budgeting atau e-budgeting memiliki nilai positif karena dapat menghindari penyalahgunaan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). Untuk itu, Ahok berharap sistem anggaran tersebut bisa terus berjalan meskipun masa jabatannya habis pada Oktober mendatang.

"Sistem e-budgeting semua (akan) jalan, kecuali gubernur tidak mau. Atau gubernurnya memerintahkan bapedda untuk melanggar," ujar Ahok di Balai Kota, Selasa, 25 April 2017.

Ahok menilai sistem e-budgeting hanya bisa dikontrol oleh pemegang kata kunci atau password untuk memasukkan mata anggaran, yaitu Gubernur lewat Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan Badan Pengawas Keuangan (BPK). Penginputan mata anggaran hanya boleh dilakukan di hadapan Kepala Bappeda Tuty Kusumawati.

"Saya yakin kalau Bu Tuty tidak diganti sebagai Bappeda pasti aman. Kecuali Bu Tuti dicopot atau gubernur perintahkan enggak mau (e-budgeting) atau gubernur enggak berani melawan DPRD," ujar Ahok.

Ahok menuturkan selama ini DPRD menolak sistem e-budgeting sejak 2015 dan menimbulkan masalah. Hal tersebut membuat Ahok akhirnya mengeluarkan kebijakan untuk memberikan password agar mata anggaran tidak berubah. Password tersebut, kata Ahok, tidak bisa dipegang oleh sembarang orang.

"Yang pegang gembok Bapedda. Kami sistem bukanya bareng. Jadi waktu dia input itu bareng dikumpulkan semua di ruang Bappeda atau di Balai Agung sama-sama. Isi dulu semua, kan saya periksa juga tiap malam kan," ujar Ahok.

Dalam e-budgeting itu, kata Ahok, sudah tersedia template sehingga yang berada di luar itu tidak bisa dimasukkan. Selain itu, pihak lain tidak bisa membuat template sendiri karena mereka harus mengajukan alasan yang jelas. Dengan begitu, Ahok berpendapat bahwa sistem e-budgeting sudah sangat baik untuk penyusunan anggaran.


"Itu sudah dikunci, jadi enggak bakal bisa masuk. Karena itu sudah template. Kecuali dia ubah template ya saya ga tau. Kalau kepala (gubernur) lurus, bawahnya (anak buah) enggak berani enggak lurus. Itu teorinya," ujar Ahok.
Loading...
Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement

 
('
loading...