Beritaindonesia.co - Karangan bunga Ahok-Djarot dibakar oleh buruh yang melakukan
demonstrasi atau unjuk rasa pada tanggal 1 Mei 2017 lalu di Balai Kota Jakarta.
Berbagai macam reaksi pun bermunculan setelah karangan bunga Ahok-Djarot tadi
dibakar. Ada yang reaksinya senang, ada pula yang marah, tapi sampai saat ini
belum jelas reaksi pihak mana yang lebih banyak karena belum ada survei yang
melakukannya.
Hal ini mungkin saja
menimbulkan klaim sepihak atau merasa reaksi pihaknya yang lebih unggul. Tapi
seandainya pun ada survei belum tentu juga hasil surveinya diterima oleh ke dua
belah pihak. Maka dari itu lupakan pikiran tentang adanya survei terkait
pembakaran bunga Ahok-Djarot tadi.
Alasan buruh membakar karangan bunga
Ahok-Djarot karena kecewa UMR tidak dinaikkan selama ini, dan kesalahan pun
ditujukan kepada Ahok-Djarot. Kesal, makanya karangan bunga Ahok-Djarot pun
dibakar. Namun terbetik kabar baik, bahwa ketua organisasi buruh yang unjuk
rasa tadi telah meminta maaf.
Tidak
disebutkan alasannya meminta maaf, sedangkan membakar karangan bunga
Ahok-Djarot ada alasannya. Bingung? Sebaiknya jangan mudah bingung, termasuk
jangan bingung jika ketua organisasi buruh tadi mengatakan telah melakukan
kontrak politik dengan Anies-Sandiaga yang ditandatangani pada saat kampanye
lalu. "Anies sudah janji, dia tidak mau gunakan PP 78. Sudah ada kontrak
politik dengan Anies waktu kampanye," ujarnya (merdeka.com, 1/5/17).
Adanya permintaan maaf dari ketua organisasi buruh yang unjuk rasa di Balai
Kota Jakarta kemarin, meski tidak disebut apa alasannya meminta maaf,
menegaskan bahwa tidak benar karangan bunga Ahok-Djarot yang meminta maaf.
Bisa
dimaklumi, selain bunga tidak bisa berucap, pun kurang masuk di akal jika yang
dibakar yang meminta maaf. Karangan
bunga Ahok-Djarot yang dibakar pun tidak mendengar permintaan maaf ketua buruh
tadi.
Namun terlepas dari itu semua,
banyak buruh dan organisasi buruh. Sebaiknya jangan menggeneralisasi bahwa
kelakukan buruh yang membakar karangan bunga Ahok-Djarot tadi mewakili seluruh
buruh yang ada. Tidak tertutup kemungkinan ada suara dari organisasi buruh lain
yang akan mengatakan seperti itu. Benar atau tidaknya, sila tunggu dengan hati
yang berdebar-debar atau sebaliknya.
Loading...

