Beritaindonesia.co - Senyum merekah dari
bibir Sintiya Larasati (8), seorang siswa SLB 1 Negeri Gunungkidul, ketika
meraba bagian kokpit pesawat.
"Ini tempat untuk
menyetir pesawat," kata Sumirah, sang ibu guru, saat Sintiya meraba bagian
tersebut.
Dia lalu mulai meraba
bagian sayap hingga ekor pesawat. Sumirah pun dengan sabar menerangkan detail
tubuh pesawat kepada siswa kelas I ini.
Meski sudah memegang
satu per satu bagian pesawat, gadis cilik yang tidak bisa melihat ini mengaku
belum bisa sepenuhnya menggambarkan detail pesawat.
"Baru pertama
kali. Belum tahu bentuknya seperti apa. Tapi saya senang," kata Sintiya
yang menyukai pelajaran matematika ini.
Setelah selesai meraba
sebuah pesawat yang akan tampil dalam JIAS, dia lalu beristirahat dan tiga
temannya yang lain yang juga tidak bisa melihat bergantian memegang lekuk tubuh
pesawat.
Sintiya merupakan satu
dari empat penyandang tuna netra dari SLB 1 Negri Gunungkidul yang datang ke
Jogja International Air Show (JIAS) 2017, di Lapangan Udara Gading Gunungkidul,
Rabu (26/4/2017). Meski membawa siswa-siswa yang tak bisa melihat, para guru
tetap berusaha mengenalkan pesawat terbang kepada mereka.
Sumirah mengatakan,
mereka membawa sejumlah siswa ke Lanud Gading Gunungkidul untuk memperkenalkan
pesawat dan dunia digantara kepada para siswa. Ada 130 siswa di sekolah
tersebut, empat di antaranya tuna netra.
"Selama ini
mereka hanya mengetahui dari miniatur pesawat yang kita miliki. Mereka senang
sekali," ungkap Sumirah.
Dia berharap, dengan
adanya kegiatan ini, anak-anak bisa mengerti tentang dunia dirgantara.
Jogja Internasional
Air Show (JIAS) 2017 hari ini resmi dibuka di Lanud Gading, Gunungkidul.
Berbagai atraksi dirgantara akan digelar sepanjang hari ini.
JIAS akan ditutup di
Pantai Depok Bantul pada tanggal 30 April mendatang setelah melakukan
serangkaian kegiatan di kabupaten/kota di Yogyakarta.
Namun demikian,
Sintiya mengaku dirinya bercita-cita sebagai penyanyi. Dia menuturkan, dirinya
sudah hapal beberapa lagu anak.
"Anak gembala
saya hapal," ucapnya sambil tersipu.
Loading...

