Beritaindonesia.co - Mantan Hakim Konstitusi Patrialis Akbar merasa prihatin atas
tindak kejahatan yang menimpa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK),
Novel Baswedan. Hal itu disampaikan Patrialis usai menjalani pemeriksaan di
gedung KPK, di Jalan Kuningan Persada Kav 4, Menteng, Jakarta Selatan, Selasa
(11/4/2017) malam.
"Saya secara pribadi merasa prihatin," ujar
Patrialis.
Novel sebelumnya disiram cairan yang diduga air keras oleh
orang tak dikenal. Insiden tersebut terjadi usai novel melaksanakan salat Subuh
di Masjid Jami Al Ihsan.
Patrialis mengecam tindakan itu. Ia juga berharap, polisi
segera mengungkap pelaku dan motif yang melatarbelakangi tindakan tersebut.
"Jelas dong saya ikut mengecam. Karena itu tindakan
yang tidak manusiawi," kata Patrialis.
Menurut Patrialis, Novel merupakan penyidik senior di KPK.
Selain itu, selama menangani kasus korupsi juga memiliki prestasi yang cukup
bagus. Patrialis berharap bahwa kejadian yang menimpa Novel tidak menyurutkan
KPK dalam memberantas korupsi.
"Meski saya sekarang jadi pasien KPK, saya tetap
memberikan dukungan pada lembaga ini agar bisa berjalan dengan sebaik-baiknya.
Saya ikut prihatin," kata Patrialis.
Patrialis ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK karena
diduga menerima hadiah dalam bentuk mata uang asing sebesar 20.000 dollar AS
dan 200.000 dolar Singapura (sekitar Rp 2,1 miliar).
Uang itu berasal dari Direktur Utama CV Sumber Laut Perkasa
dan PT Impexindo Pratama Basuki Hariman agar permohonan uji materil Perkara No.
129/PUU-XIII/2015 tentang UU Nomor 41 Tahun 2014 Peternakan Dan Kesehatan Hewan
dikabulkan MK.
Loading...
