Beritaindonesia.co - Masa jabatan Basuki
Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai Gubernur DKI Jakarta tak lebih hanya enam bulan
lagi. Setelah Ahok, giliran Anies Baswedan yang akan memimpin Jakarta hingga
2022 mendatang.
Lalu apa masukan Ahok
untuk Anies dalam menjalankan pemerintahan di Jakarta?
"Saya kira nggak
bisa komentar, tinggal nyontek saja kan. Sudah kita lakukan semua, ada
jalannya," ujar Ahok di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan,
Jakarta Pusat, Kamis (27/4/2017).
Ahok juga mengatakan
semua program yang ditawarkan oleh Anies selama kampanye tidak ada yang baru.
Menurutnya, semua yang diprogramkan pemenang Pilgub DKI versi hitung cepat itu
sudah dia lakukan selama menjadi Gubernur DKI.
"Toh lagi pula
waktu debat, visi misi program nggak ada yang baru kok. Semua tinggal ikut
saja," kata Ahok.
Ahok sendiri tidak mau
banyak mencampuri program KJP Plus yang menjadi salah satu program andalan
Anies. Dia hanya membandingkan beberapa kebijakan yang dirinya terapkan lewat KJP
dan KJP Plus milik Anies.
"Cuma misalnya
KJP dilepas, boleh tarik kontan, kita nggak bisa membaca anak-anak belanja apa.
Disalahgunakan orang tuanya nggak. Kalau disalahgunakan orang kita nggak bisa
baca. Jadi kalau kamu ambil ATM orang, kamu belanja sesuatu yang nggak masuk
akal, kebaca. Itu aja yang masalah. Kan kita kunci nih, anak-anak dilatih, satu
bulan biasa cuma boleh Rp 100 ribu. Nanti kapan mulai belanja gede-gedenya?
Dibuka, lepas semua tabungannya Juni waktu liburan sekolah," paparnya.
"Tapi kan saya
nggak berhak ngatur. Sebagian orang juga demennya begitu. Ya sudah, saya lebih
baik kamu nggak usah pilih saya daripada saya merubah sistem keuangan
itu," timpal Ahok.
Menurut Ahok,
sebenarnya semua orang bisa menjadi gubernur asalkan tidak punya kepentingan.
"Siapapun asal tidak punya kepentingan bisa jadi gubernur. Karena
contohnya sudah ada," tutupnya.
Loading...

