Beritaindonesia.co - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok hadir
dalam acara Pencanangan Gerakan Nasional Peduli Obat dan Pangan (GNPOPA)
Provinsi DKI Jakarta, di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan,
Jakarta Pusat, Jumat (28/4). Di hadapan para petugas yang hadir, Ahok berpesan
agar selalu tegas menjalankan aturan meski terkesan dianggap jahat.
"Jadi banyak hal, yang kita lebih baik dibenci orang
tapi nyelamatin banyak orang. Mental ini harus dari bapak ibu," tegas
Ahok.
Ahok mencontohkan, ada penjual makanan yang menggunakan
sirup. Penjual tersebut membanggakan sirup tersebut yang diklaim sebagai
buatannya sendiri.
"Kita mau periksa (dagangan makanan). (Pedagangnya
bilang) enggak mau periksa. Kita harus paksa biar mau," kata Ahok.
"Ternyata itu rhodamin B. Merahnya (warna sirup)
menarik kalau kena es. Itu sirup buatan dia sendiri, saya begitu mau makan gak
jadi deh. Ini mesti tegas," tambah dia.
Ahok juga memerintahkan agar setiap sekolah dan kelurahan
memasukkan Key Performance Indicator (KPI) agar menjamin keamanan pangan.
"Masukkan KPI (lurah/sekolah yang buat pangan aman).
Udah gak bisa pecat lagi saya. Kalau gak, saya pecat-pecatin ini mumpung masih
lima bulan lagi ini. Kita tes ini, KPI barunya. Kalau pecat kan susah naik dia
karena kita cegat," terang Ahok.
Ahok mengaku saat ini tidak bisa melakukan pemecatan. Namun,
gubernur baru pun nanti tidak bisa melakukan pemecatan begitu saja. Karenanya,
Ahok mengancam jika ada petugas yang kerjanya tidak benar saat gubernur dijabat
oleh Anies nanti.
"Gubernur baru mau naikin orang, pecat orang, mesti
minta izin ke mendagri gak ada waktu. Delapan bulan, 10 bln eh udah pemilu lagi
2019. Sekejap mata nih 2018 sekedar lewat udah pemilu lagi. Tahu-tahu saya jadi
kepala BPOM awas lho nanti (pangan gak aman)! Hahaha.. kan jadi bahaya nanti
kita bisa kejar," tandas Ahok..
Loading...

