Beritaindonesia.co - Rangkaian bunga terus
berdatangan memadati kawasan Balai Kota. Kemarin sore saat pulang kantor
deretan bunga sudah mengambil tempat di lajur sebelah selatan Jalan Merdeka
Selatan. Pagi ini sisi sebelah utara tersebut juga sudah terisi banyak sekali
karangan bunga. Isi pesannya beragam, banyak juga yang lucu-lucu membuat saya
tersenyum sendiri membacanya. Sudah dari
kemarin media sosial diramaikan soal ini.
Kubu kontra Ahok nyinyir mengatakan
bahwa 'banjir' bunga di Balai Kota itu settingan. Tentu saja tudingan ini
ditampik oleh para pendukung pasangan petahana. Mereka yakin semua bunga yang
dikirim itu merupakan bentuk dukungan moril kepada Basuki-Djarot.
Seperti biasa, saya tidak mau terjebak dalam
perdebatan nggak berguna itu. Kalaupun ada rangkaian bunga yang dipesan oleh
satu atau beberapa orang yang sama, saya yakin itu tidak semua. Banyak juga
dari ratusan bunga itu yang benar-benar dikirim oleh fans Pak Ahok dengan
tulus.
Bagaimanapun juga ada 2.351.245
warga Jakarta yang memilih pasangan Basuki-Djarot di pilkada putaran kedua
kemarin. Kekalahan Ahok tentu menyesakkan bagi mereka. Wajar saja kalau masih
ada yang belum bisa move on. Mengirimkan karangan bunga rasanya bukan bentuk
ekspresi yang buruk.
Ada makna mendalam
dari karangan bunga yang bejibun di halaman kantor saya itu. Saya melihat Pak
Ahok berhasil mendapatkan kepercayaan (trust) publik Ibu Kota terhadap
pemerintahnya. Dulu, warga banyak yang apatis bahkan sinis terhadap Pemprov DKI
Jakarta.
Kepercayaan publik ini modal
penting dalam konteks good governance, yang tidak lagi menempatkan pemerintah
sebagai aktor tunggal. Saya berharap gubernur baru, yang baru akan bekerja
mulai Oktober nanti, bisa memelihara trust warga Jakarta. Tantangannya tidak
mudah karena kohesi sosial warga Jakarta kadung rusak pascapilkada.
Padahal, Pak Ahok dan Pak Anies sudah
memberikan teladan yang baik. Sebagai pemenang pilkada, Pak Anies sudah
berjanji dia akan menjadi gubernur bagi seluruh warga Jakarta bukan untuk para
pendukungnya saja. Sementara Pak Ahok juga berjiwa besar menerima kekalahan,
berkomitmen menyelesaikan pekerjaan sembari mempersilakan Pak Anies menyiapkan
transisi.
"Terima kasih untuk semua
bunga ucapan penyemangat yang dikirim ke Balai Kota. Membaca pesan-pesannya
yang kreatif membuat saya optimis Jakarta akan semakin maju. Mari tatap masa
depan dan doakan segala kebaikan untuk Jakarta dan Indonesia," begitu
tulis Pak Ahok di akun media sosialnya.
So, ayo move on. Siapapun pilihan Anda di pilkada kemarin, tidak perlu
diungkit lagi. Semua warga Jakarta harus mendukung dan memberi kepercayaan
untuk gubernur terpilih melanjutkan estafet kepemimpinan. Langkah paling mudah
yang bisa Anda lakukan adalah stop saling nyinyir.
Loading...

