Beritaindonesia.co - Ketua RT 003 RW 010 Kelurahan Pegangsaan Dua, Kelapa Gading,
Jakarta Utara, Wisnu Broto, mengatakan, penyidik senior KPK Novel Baswedan
pernah dijaga marinir pada 2016.
Namun, saat kini menyidik kasus megakorupsi e-KTP, Novel dan
keluarganya tidak mendapatkan penjagaan.
"Enggak seperti dulu, dulu kan dijagain marinir. Ini
enggak dijagain sama sekali," ujar Wisnu di sekitar rumahnya, Kelapa
Gading, Selasa (11/4/2017).
Pada 2016 lalu, Novel selalu dikawal oleh marinir sekitar
tiga bulan. Namun, Wisnu tidak ingat persis bulan apa Novel dikawal.
"Tahun 2016, tiga bulan, waktu kasus SIM. Mobil
marinirnya dipajang di seberang (rumah), marinirnya masuk ke dalam,
jagain," kata dia.
Wisnu bercerita, ada sekitar 2-4 orang marinir yang selalu
mengawalnya. Saat Novel salat berjemaah di masjid dekat rumahnya, para marinir
itu juga turut mengawal Novel.
Saat dikawal marinir, Wisnu menyebut tidak pernah ada teror
apa pun yang dialami Novel dan keluarganya.
"Enggak ada (teror), marinir yang jagain pake senjata
lengkap kok," ucap Wisnu.
Sementara itu, setelah Novel tak lagi dikawal, Wisnu tak
tahu persis apakah Novel dan keluarganya pernah mendapatkan teror. Sebab,
mereka memiliki kesibukan masing-masing. Novel juga tidak pernah menceritakan
pekerjaannya kepada Wisnu.
"Jaranglah dia menceritakan kondisi pekerjaannya.
Ngobrol-ngobrol biasa aja kayak orang kebanyakan, cerita banjir, cerita
apa," kata Wisnu.
Penyerangan terhadap Novel terjadi saat dia baru pulang dari
Masjid Jami Al Ihsan usai salat Subuh. Dia disiram cairan yang diduga air keras
oleh orang tak dikenal. Pelaku diduga dua orang laki-laki berboncengan motor.
Loading...
