Beritaindonesia.co - Sodimejo alias Mbah Gotho, lelaki berusia 146 tahun yang
dianggap sebagai orang tertua di dunia, dibawa ke rumah sakit sejak Rabu, 12
April 2017. Warga Segaran, Cemeng, Sambungmacan, Sragen, tersebut sempat
memberontak ketika hendak dirawat di rumah sakit.
Cucu Mbah Gotho, Suryanto, menjelaskan sang kakek biasanya
hanya masuk angin. Lazimnya ia hanya dikerok oleh keluarga. Baru kali ini Mbah
Gotho dilarikan ke rumah sakit.
"Ini pertama kalinya dalam hidup simbah berurusan
dengan jarum suntik dan infus," ujar Suryanto kepada Liputan6.com di ruang
kamar perawatan Mbah Gotho di Bangsal Wijaya Kusuma RSUD Dr Soehadi Prijonegoro
Sragen, Kamis, 14 April 2017.
Karena itu, Mbah Gotho sempat beberapa kali memberontak. Ia
benar-benar merasa tak nyaman dengan jarum suntik dan infus. Bahkan saking
frustasinya, ia meminta kepada Suryanto untuk membunuhnya dengan membuangnya ke
Bengawan Solo.
"Kejadian itu kemarin (Rabu 12 April, red) siang. Mbah
Gotho itu disuntik terus dikasih selang infus. Di satu sisi, ruangan ber AC
membuat dia tidak nyaman. Dan akhirnya suhu AC kami panaskan. Belum lagi pakai
pampers. Jadi karena enggak nyaman, enggak fokus. Ia minta dibuang di Bengawan
Solo biar cepat meninggal," tutur Suryono.
Dengan kesabaran, cucu-cucunya menguatkan Mbah Gotho. Silih
berganti cucu dan cicitnya menyambangi lelaki yang sempat didatangi dokter dari
Amerika Serikat itu. Seiring dengan perawatan medis, sejak kemarin, kondisi
Mbah Gotho berangsur pulih.
"Tadi pagi sudah mau makan bubur. Semoga saja cepat
sembuh untuk simbah," ujar Suryono.
Sebelumnya, Mbah Gotho diopname sejak Rabu, 12 April 2017.
Oleh dokter, ia didiagnosis menderita melena karena kurangnya asupan makanan.
Sejak beberapa hari terakhir, ia emoh makan. Ia juga mengeluh badannya tidak
enak.
Loading...

