Beritaindonesia.co - Buruh dan pekerja di wilayah Tengerang Selatan kini punya
kesempatan memiliki hunian sendiri. Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru saja
meresmikan dimulainya pembangunan 6.000 Rumah Susun Sederhana Milik (Rusunami)
dengan harga terjangkau Rp 293 juta.
Untuk semakin mempermudah pekerja memiliki rumah, pemerintah
juga menyediakan sejumlah skema dukungan pembiayaan. Salah satunya adalah uang
muka atau down payment (DP) 1%.
Program ini bukan lah program kemarin sore, melainkan sudah
dipersiapkan matang sejak awal Jokowi menjabat.
Dalam program yang diberi nama Fasilitas Likuiditas
Pembiayaan Perumahan (FLPP), penerima program akan mendapat manfaat dari mulai
DP rendah hanya 1% dan subsidi bungan KPR hingga yang harus ditanggung hanya
sebesar 5%.
Di 2015, alokasi dana FLPP yang disediakan pemerintah
sebesar Rp 5,1 triliun. Di 2016, alokasinya naik menjadi Rp 9,23 triliun.
Sementara di 2017 pemerintah mengalokasikan Rp 9,7 triliun.
Dengan anggaran di 2017 yang sebesar Rp 9,7 triliun itu, ada
sedikitnya 375.000 hunian yang bisa dibiayai dengan skema FLPP.
Program lain yang dimiliki pemerintah untuk mempermudah
masyarakat memiliki hunian adalah subsidi selisih bunga (SSB) sebesar Rp 3,7
triliun dan bantuan uang muka (BUM) sebesar Rp 2,2 triliun.
Manfaat yang diterima masyarakat dari program SSB dan BUM
sama dengan yang diberikan dalam program FLPP. Sasaran penerima bantuan ini
adalah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), yaitu maksimal Rp 4 juta/bulan.
FLPP merupakan bagian penting dalam program sejuta rumah.
Dengan program ini, diharapkan jumlah rumah tangga yang belum memiliki rumah
bisa dikurangi.
Loading...

