Beritaindonesia.co - Karangan bunga untuk Ahok beritanya cukup menghebohkan
belakangan ini. Entah mengapa ada sebagian masyarakat yang bingung, heran atau
meributkannya.
Sebagian masyarakat yang bingung, heran atau meributkannya tadi
kemudian mengaitkannya dengan Pilkada DKI 2017. Pasangan cagub Ahok-Djarot
kalah telak, tapi mengapa banyak karangan bunga untuk Ahok dari masyarakat?
Kemarin, jumlahnya telah mencapai 3000 buah (tempo.co, 27/4/17).
Para pengirim
karangan bunga tadi umumnya mengungkapkan tanda terima kasih selama Ahok
menjabat Gubernur DKI Jakarta. Menurut penilaian mereka secara keseluruhan
telah bekerja dengan baik dan berhasil membangun kota Jakarta.
Di sisi lain ada
juga sebagian masyarakat yang bingung, heran atau meributkannya tapi cenderung
bernada sinis. Karangan bunga untuk Ahok tadi adalah “settingan” atau Ahok
sendiri yang pesan. Meski sudah dibantah oleh Ahok masih saja diributkan.
Mungkin ada kebanggaan tersendiri bersikap seperti itu.
Ujung-ujungnya kental
berbau politik dan masih berkait dengan Pilkada DKI 2017 yang sudah berlalu.
Entah siapa sebenarnya yang belum bisa “move on”. Kesimpulan sederhananya, ke
dua belah pihak, baik pendukung Ahok atau sebaliknya memang sama sama belum
bisa “move on”? Saling ejek atau sindir, dan bukan hanya mereka yang berusia
muda saja, tapi ada juga yang sudah tua pun ikut-ikutan seperti anak kecil yang
senang mendapat mainan baru.
Bingung?
Tidak tertutup kemungkinan ada sebagian
pihak lainnya, di luar ke dua belah pihak tadi, pun ikut bingung. Mengapa hanya
gara gara karangan bunga untuk Ahok saja saling ejek atau sindir yang tak jelas
juntrungannya, sementara yang diributkan tak ada duitnya? Kecuali menghasilkan
atau mendapat duit yang banyak. Tapi bukankah yang mendapat duit yang banyak
adalah para penjual karangan bunga itu?
Semuanya bingung gara-gara karangan
bunga untuk Ahok. Maka dari itu, sodorkan Trik dan Problem Catur yang Sederhana
supaya semuanya tambah bingung!
Loading...

