Beritaindonesia.co - Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Saefullah mengatakan
belum mendengar rencana calon gubernur-calon wakil gubernur DKI Jakarta Anies
Baswedan- Sandiaga Uno untuk melepas saham milik Pemprov DKI di salah satu
perusahaan bir, PT Delta Djakarta Tbk.
Namun, jika hal tersebut benar, ada sejumlah syarat yang
harus dipenuhi oleh Anies-Sandiaga untuk melepas saham tersebut.
Saefullah menjelaskan, Pemprov DKI melalui Asisten
Perekonomian DKI Jakarta dan Badan Pembinaan (BP) BUMD mengevaluasi terlebih
dahulu apakah saham yang dimiliki Pemprov DKI berkepentingan langsung dengan
kebutuhan masyarakat atau tidak.
Syarat lainnya, dividen atau pembagian laba yang didapatkan
Pemprov DKI setiap tahunnya cukup menguntungkan untuk masuk ke dalam pendapatan
daerah.
"Dividen yang dimasukkan ke APBD pada setiap tahun
logis (menguntungkan) atau tidak. Kalau tidak logis kami evaluasi," ujar
Saefullah di Balai Kota, Selasa (25/4/2017).
Saefullah mengatakan, sejak memiliki saham tersebut pada
1970, keuntungan yang didapat terbilang lumayan.
Saefullah mengatakan, jika kepemilikan saham tersebut
menguntungkan, tak ada salahnya untuk Pemprov DKI mempertahankannya.
Namun, keputusan untuk mempertahankan atau menjual juga
harus dibicarakan dengan anggota DPRD DKI Jakarta.
"Kalau misalnya ini bisnis yang menjanjikan ya harusnya
dipelihara. Tapi saya tidak bisa berpendapat sendiri, semua berbalik kepada
pimpinan daerah dan DPRD nanti," ujar Saefullah.
Dari hasil "quick count" sejumlah lembaga survei,
cagub-cawagub Anies-Sandiaga mengungguli cagub-cawagun Basuki " Ahok"
Tjahaja Punama- Djarot Saiful Hidayat pada Pilkada DKI Jakarta.
Sandiaga sebelumnya menjelaskan, jika telah dilantik dan
menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta, ia akan melepas saham bir yang
dimiliki Pemprov DKI.
Sandiaga mengatakan, aneh rasanya jika Pemprov DKI memiliki
saham yang tidak berkepentingan langsung dengan kebutuhan warga Jakarta.
"Tidak esensial sebuah pemerintah provinsi memiliki
saham di perusahaan yang tidak memiliki kepentingan terhadap hajat hidup orang
banyak," ujar Sandiaga di Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (23/4/2017).
Pemprov DKI memiliki saham sebesar 26,25 persen di
perusahaan miras, PT Delta Djakarta Tbk. PT Delta Djakarta memegang lisensi
produksi dan distribusi beberapa merek bir internasional. DKI sudah menanam
saham sejak tahun 1970.
Loading...

