Beritaindonesia.co - Bupati Boyolali Seno Samudro mengusulkan tempat lahir
Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, sebagai salah
kandidat lokasi baru ibu kota Negara.
Seno menyampaikan usulan soal Boyolali jadi ibu kota negara
di depan mahasiswa Universites Diponegoro (Undip) Semarang, Jumat (28/4/2017)
kemarin.
Usulan tersebut juga pernah disampaikannya di depan
mahasiswa Universitas Gajahmada (UGM) Yogyakarta.
Usai berbicara soal tata kota Boyolali di Undip, Seno
menegaskan kembali pernyataannya itu kepada sejumlah media.
"Iya itu tempat lahirnya Pak Jokowi. Kita tunggu saja.
Itu mau dicantumkan visi misi atau tidak ketika 2019," kata Seno.
Ada pun lokasi yang diusulkan Seno menjadi ibu kota negara
yaitu di 10 kecamatan dari 19 kecamatan di Boyolali. Luas 10 kecamatan yang ada
sekitar 68.000 hektar.
Seno yakin Boyolali bisa menjadi salah alternatif jika
rencana relokasi ibu kota Negara positif.
"Kalau arahnya kelihatane, dulu pernah minta kepala
Bappenas untuk kaji pemindahan ibu kota. Sudah muncul kajiannya. Hanya saja
munculnya di Palangkaraya. Nanti mudah, tinggal dari Palangkaraya ke
Boyolali," kata dia.
Seno mengatakan, dia akan menunggu hasil kajian itu karena
yang memutuskan Presiden.
"Presiden harus rapat dengan MPR juga, sehingga ketika
itu nanti masuk dalam kampanye, dan menang lagi itu dianggap setuju. Dan DPR
atau MPR tidak bisa menolak," ucapnya.
Dengan pemindahan ibu kota negara, kata Seno, maka Jakarta
hanya menjadi kota bisnis dan jasa. Sementara ibu kota berada di Boyolali.
"Saya usul ke pak Jokowi, (kalau pemindahan) yang
ditiru itu Amerika. Di setiap negara bagian Amerika, punya istana presiden. Lha
Indonesia ingin punya seperti itu. Jadi minimal setiap provinsi ada,"
ungkap dia.
Seno menambahkan, agar Jokowi juga sekalian mengadopsi
pengelolaan kota Washington dan New York sebagai pusat bisnis.
"Jadi, Jakarta pusat bisnis, ibu kota di
Boyolali," cetusnya.
Loading...

